Breaking News:

Campus Blitz

Mahasiswi UIN Jambi Bersaing dengan 75 Universitas Suarakan Restorasi Lahan Gambut

Ia mengangkat judul ini melihat kurangnya kesadaran tentang pengelola'an tanah gambut, dan kesadaran ini sangat penting

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Nani Rachmaini
Ade setyawati
Witha Ananda Putri Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Ikuti kegiatan lomba Earth Ranger 2021, bersaing dengan 79 universitas se-Indinesia, dengan menyuarakan restorasi lahan gambut.

Witha Ananda Putri Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang tergabung dalam Komunitas Pusat Kajian Sains, Layanan Produk Halal dan Sertifikat Haji serta Umroh dan juga sebagai Youthvolunteer UIN STS Jambi.

Mengikuti lomba esai dalam kegiatan Earth Ranger 2021, yang diadakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tingkat nasional, dan bersaing dengan 79 universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat tema Kontribusi Generasi Muda Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Dalam Sektor Lingkungan

Dan dalam kegiatan Earth Ranger 2021 ia mengangkat judul Krisis Kemanusiaan yang Menyebabkan Ekosistem Gambut Meringis.

Ia mengangkat judul ini melihat kurangnya kesadaran tentang pengelola'an tanah gambut, dan kesadaran ini sangat penting di tanamkan bagi kenyamanan bersama.

"Saya mengangkat judul itu karena saya melihat pulau Sumatera termasuk Jambi memiliki lahan gambut yang luas dan perlu adanya kesadaran untuk kita semua tentang lahan gambut ini," jelas Witha.

"Kesadaran ini sangat di perlukan, adanya kabut asap di tahun 2015 dan 2019 lalu juga faktor dari ketidak fahaman mengelola lahan gambut dan itu sangat menganggu aktifitas kita sehari-hari dari segala aspek," tambahnya.

Selain itu kaum milenial yang juga memiliki peran besar sebagai agent of change juga harus sadar akan pentingnya lingkungan dan bumi.

"Mungkin Dinas lingkungan Hidup yang ada di Jambi membentuk relawan-relawan lingkungan untuk membimbing kaum milenial, dan nanti bersama kaum milenial bisa di ajak sosialisasi kepada para petani, perusahaan perkebunan ataupun pabrik mengenai lahan gambut ini," ucapnya.

Selain itu, tulisan ini juga mengajak untuk dapat mencegah kerusakan lingkungan yang semkain menjadi, karena adanya pembabatan hutan secara besar-besaran untuk dibangun perkebunan ataupun pabrik.

"Mari kita sama-sama mencegah kerusakan lingkungan dan harapannya dengan tulisan ini, kita sebagai kaum muda yang telah memiliki wawasan bisa memberi ilmu yang telah kita dapat kepada masyarakat mengenai lahan gambut ini," lanjutnya.

Untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan memperhatikan ekosistem darat sesuai dengan tujuan SDGs nomor 15 yaitu ekosistem darat dan tindakan yang dapat dilakukan ialah ikut serta dalam pengelolaan lahan gambut dan tercipta lapangan pekerjaan yang berkelanjutan yang sesuai dengan tujuan SDGs nomor 8.

Apabila tujuan pada SDGs nomor 8 terwujud dapat mensejahterakan masyarakat baik pada sosial dan ekonomi sesuai dengan tujuan SDGs nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan.

"Mari kita bekerja sama dan mewujudkan SDGs agar Indonesia khususnya Jambi menjadi lebih baik dan sejantera, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian tanpa rakyat, dan begitu pula sebaliknya, seperti restorasi lahan gambut," tutupnya.

Baca juga: Posko Korban Kebakaran di Sungai Jambat Tanjab Timur Jambi, 5 Rumah dan 3 Gedung Walet Terbakar

Baca juga: Tiga Warga Sungai Gelam Ditangkap Polisi di Tengah Hutan, Ketangkap Basah Lakukan Illegal Logging

Baca juga: Asik Mengumpat Karena Ulah Elsa di Ikatan Cinta, Selebgram Ini Dapat Telepon dari Glenca Chysara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved