Breaking News:

Berita Kota Jambi

Penasehat Hukum Eka Sari Hadirkan Saksi yang Menikahsirikan

Penasehat hukum Eka Sari hadirkan saksi A De Charge ke persidangan. Kehadiran sejumlah saksi untuk menerangkan adanya persitiwa pernikahan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penasehat hukum Eka Sari hadirkan saksi A De Charge ke persidangan. Kehadiran sejumlah saksi untuk menerangkan adanya peristiwa pernikahan antara Terdakwa Eka dengan terdakwa Jaya Sirait yang sempat membantah hal tersebut dalam persidangan sebelumnya.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi Rabu (2/6/2021) kemrin, Frandy Septior Nababan selaku penasehat hukum Eka Sari menerangkan hal itu.

Frandi mengatakan ada banyak keterangan palsu yang disampaikan oleh terdakwa Jaya Sirait yang dinilai memberatkan kliennya Eka Sari yang tak lain adalah istri dari terdakwa Jaya Sirait.

Termasuk soal pernikahan keduanya yang digelar secara sirih dibabtah oleh terdakwa Jaya Sirait. Untuk itu lah pihakny menghadirkan sejumlah saksi yang menikahkan keduanya.

Frandy juga mengatakan Mulanya BAP Eka Sari tidak diakui. Alasannya ia tidak mau mengubah karena ada intimidasi terdakwa Jaya Sirait untuk mengaku. "Semua keterangan menjurus ke Eka. Padahal Eka tidak pernah berurusan dengan pidana," kata Frandy.

Ia juga mengatakan, dari ketetangan Eka bahwa ibu terdakwa Jaya Sirait mengunjungi Eka di sel. Diminta mengakui perbuatannya. Terdakwa Eka di iming-imingi jika setelah perkara selesai keduanya akan dinikahkan secara resmi.

"Kedua Ibu Terdakwa Jaya Sirait memberikan 100 juta. Eka menolak karena tidak sesuai faktanya. Itu orang tua Haya yang ngotot menurut Eka. Makanya bap berubah. Di persidangan dia cabut BAPnya. Tas berisi sabu bukan milik dia (Eka.red)," ujar Frandy.

Frandy juga mengatakan hal lain yang ikut dibuktikan di persidangan dengan menghadirkan saksi meringankan adalah mengenai ucapan sumpah terdakwa Jaya Sirait di Pengadilan.

"Fakta mengerikan Jaya sudah mengucap dua kalimat Syahadat, dia menerima Islam. Harusnya memberi sumpah harusnya tidak pakai Kristen lagi. Harusnya selaku Islam," kata Frandy.

Seperti disebutkan dalam dakwaan Bripka Jaya Sirait ditangkap bersama tiga terdakwa lainnya yakni Eka Sari, Joni Kurniawan dan Yudi Setiawan pada Desember 2020 lalu.

Awalnya aparat kepolisian dari Polresta Jambi menangkap Yudi saat menjemput paket sabu di sekitaran Kelurahan Eka Jaya. Kemudian berlanjut penggerebekan salah satu rumah di kawasan Paal Merah.

Dirumah tersebut polisi menangkap Jaya Sirait, Eka dan Joni dalam satu rumah. Hasil penggeledahan polisi menemukan pil ekstasi sebanyak 300 butir, uang tunai 35 juta rupiah diduga untuk pembelian sabu dan bukti transfer 42 juta rupiah diduga untuk pembelian 300 butir pil ekstasi.

Belakangan terungkap dipersidangan bahwa Eka merupakan istri sirih dari Jaya Sirait. Namun hal ini dibantah oleh terdakwa Jaya Sirait yang justru menyebut Eka sebagai pemilik pil ekstasi. Sementara terdakwa Eka Sendiri menyebut jika narkotika tersebut dibeli dan dipesan oleh terdakwa Jaya Sirait. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Candra Mengaku Sudah Lebih Sepuluh Kali Lakukan Aksi Kejahatan Ini di Kerinci

Baca juga: Rekomendasi Drone di Bawah Rp 1 Juta, Cocok Untuk Pemula yang Baru Belajar

Baca juga: VIDEO Jajal Cemilan Khas Taiwan di Dekat Universitas Muhammadiyah, Tersedia Beragam Rasa

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved