Breaking News:

Pemerintah Disinyalir Bayar Gaji dan Pensiunan 97 Ribu PNS Tapi Tidak Ada Orangnya, Data Siluman?

Data ASN tak diperbarui, pemerintah bayar gaji dan pensiunan tanpa ada orangnya. Bima menyebut adanya kumpulan data para ASN selama ini ada yang palsu

Editor: Suci Rahayu PK
Dok Kompas.com
Ilustrasi PNS 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Data ASN tak diperbarui, pemerintah bayar gaji dan pensiunan tanpa ada orangnya.

Dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) untuk memperbaharui data.

Pasalnya, Bima menyebut adanya kumpulan data para ASN selama ini ada yang palsu.

Bahkan, Bima menyebut ada sebanyak kurang lebih 100 ribuan data PNS yang disinyalir misterius.

Sehingga, hal tersebut membuat pemerintah hanya membayar gaji kepada data misterius tersebut.

Baca juga: Pengamat Nilai Prabowo & AHY Dijagokan Jadi Capres 2024, Andika Perkasa Berpeluang Jadi Panglima TNI

Baca juga: Kondisi Begal yang Nekat Rampas Motor Anak dari Seorang Prajurit TNI

Namun, setelah ditelusuri, tidak ada orangnya.

"Pada 2014 kita melakukan kembali pendataan ulang PNS tapi saat itu kita sudah melakukannya melalui elektronik dan dilakukan oleh masing-masing PNS sendiri. Hasilnya apa? Ternyata hampir 100.000 tepatnya 97.000 data itu misterius. Dibayarkan gajinya, membayarkan iuran pensiun, tapi tidak ada orangnya," kata Bima seperti dikutip dari YouTube BKN #ASNKINIBEDA, Senin (24/5/2021).

Bima pun menjelaskan, bahwa semenjak pemutahiran data pada tahun 2014 itu, database ASN menjadi lebih akurat walaupun masih banyak yang belum melakukan pendaftaran ulang.

"Sejak merdeka kita baru dua kali memutakhirkan data ASN. Pertama tahun 2002 itu dilakukan melalui daftar ulang PNS dengan sistem yang masih manual. Kemudian pada 2014 kita melakukan kembali pendataan ulang PNS, tapi saat itu kita sudah melakukannya melalui elektronik," ucapnya.

Untuk semakin memperbaiki data, Bima mengatakan, BKN meluncurkan program Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) agar PNS bisa melakukan update data setiap waktu melalui aplikasi MYSAPK.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved