Breaking News:

Berita Nasional

Demokrat Masuk Tiga Besar, Elektabilitas Melejit Berdasarkan Hasil Survei

Lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis hasil survei terkait partai politik yang paling banyak terpilih jika pemilihan legislat

Youtube Agus Yudhoyono
Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diungkapkan dalam konferensi pers di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Senin (1/2/2021) membuat geger publik. Pasalnya, AHY mengungkapkan bahwa adanya gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis hasil survei terkait partai politik yang paling banyak terpilih jika pemilihan legislatif digelar pada hari ini. Partai Demokrat berada di urutan ketiga, di bawah PDI Perjuangan dan Gerindra.
Dalam rilis survei nasional itu, elektabilitas partai Demokrat diperkirakan mencapai 14,80 persen jika pemilihan legislatif digelar pada hari ini. Angka itu jauh dari perolehan Demokrat pada Pileg 2019 yang hanya berkisar di 7,7 persen.

Baca juga: Gerindra Minta Prabowo Nyapres Lagi Karena Hasil Survei Masih Tinggi

Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Bagis Balghi menyampaikan adanya peningkatan elektoral signifikan partai Demokrat dipengaruhi oleh isu konflik internal Kongres Luar Biasa (KLB) yang terjadi awal tahun lalu. "Kemunculan Partai Demokrat yang menembus tiga besar partai politik teratas diduga tidak terlepas dari naiknya pamor Partai Demokrat dari penetrasi pemberitaan terkait dinamika dalam internal partai Demokrat khususnya munculnya kongres luar biasa," kata Bagis dalam rilis hasil surveinya kemarin.

Baca juga: Planet Terdekat Hingga yang Terjauh Dari Matahari, Paling Dekat Punya Suhu 430 Derajat Celcius

Selain Demokrat, kata Bagis, PKS juga menjadi salah satu partai yang masuk ke dalam posisi 5 besar paling banyak dipilih masyarakat. Hal itu tidak terlepas karena manuver partai berbasis massa Islam ini sebagai oposisi.
"PKS yang menjadi partai oposisi juga terlihat mengalami penguatan elektabilitas," tukasnya.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi partai politik (Parpol) yang paling banyak terpilih jika pemilihan legislatif digelar pada hari ini. Hal itu terlihat dalam temuan survei nasional Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC). Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tampak masih dipilih sebanyak 19,60 persen.

Baca juga: Suami Kesepian Ditinggal Istri Jadi TKW di Luar Negeri, Anak Kandung Jadi Korban Nafsu Sang Ayah

"Jika pemilihan legislatif dilakukan saat ini partai politik apa yang akan Anda pilih tingkatan nasional? Yang tertinggi partai PDIP dengan 19,60 persen," ujar Bagis.
Setelah PDIP, lima partai politik yang berada di posisi lima besar adalah Partai Gerindra 15,03 persen, Partai Demokrat 14,80 persen, Partai Golkar 10,40 persen dan PKS 9,10 persen.
Kemudian, disusul PKB 5,50 persen, partai Nasdem 4,40 persen, PAN 4,40 persen, PSI 2,40 persen, dan PPP 1,50 persen. Sementara itu, partai politik yang berada di bawah 1 persen adalah PBB 0,40 persen, Hanura 0,20 persen, Perindo 0,20 persen, Garuda 0,10 persen, PKPI 0,10 persen dan tidak menjawab 11,87 persen.

Baca juga: 53 Persen Suara Dari PAN Untuk Haris-Sani Pada Pilgub 9 Desember 2020

Bagis menyampaikan mayoritas responden juga mengaku masih bisa mengubah pilihannya. Hanya beberapa responden yang mengaku tak akan mengubah pilihan pilihan partainya tersebut. "Ketika kita tanya konsistensinya apakah bisa mengubah pilihannya terkait parpol? 59,9 persen masyarakat menyatakan masih bisa berubah, kemudian 31,67 persen tidak akan berubah, 6,8 persen tidak tahu dan 2,48 persen tidak menjawab," jelasnya.
Lebih lanjut, Bagis menyatakan faktor yang paling banyak membuat masyarakat mengubah pilihannya adalah faktor program kerja yang nyata 39,3 persen dan pengaruh tokoh agama atau masyarakat 34,21 persen. Selanjutnya, kampanye kandidat 11,90 persen, dari lingkungan kerabat atau teman kantor 9,34 persen, kunjungan kandidat 1,9 persen, uang barang ataupun jasa 1,8 persen dan kunjungan relawan 1,07 persen.

Baca juga: Tim DVI Polda Jambi Berhasil Identifikasi 4 Korban Tewas KM Wicly Jaya Sakti yang Tenggelam

"PDIP masih menjadi partai politik teratas hal ini merupakan potret PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 yang masih kuat tertanam," ujarnya.
Sebagai informasi, survei ARSC menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Dalam survei ini juga memperhatikan jumlah proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.
Adapun margin of error dalam survei ini kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan hingga 95%. Sebaliknya, proses pengumpulan data dilaksanakan sejak 26 April hingga 8 Mei 2021 melalui telepon untuk responden usia minimum adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Baca juga: Dukung Kesuksesan PSU Pilgub Jambi, Pj.Gubernur Tinjau Logistik KPU

Terkait hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai tren elektabilitas Partai Demokrat sejak kepemimpinan Ketua Umum AHY yang terus melonjak dan stabil di posisi dua atau tiga, menunjukkan tiga hal. "Pertama, publik butuh partai politik yang melakukan kerja-kerja nyata untuk rakyat, bukan hanya sibuk berwacana apalagi sekedar melempar janji yang tidak pernah ditepati. Partai Demokrat sejak era Ketum AHY, tak pernah henti bekerja untuk rakyat, baik di parlemen maupun di grass root," ujar Herzaky.
Herzaky menilai dukungan terus mengalir untuk partai berlambang mercy itu karena pihaknya menolong rakyat yang sedang kesulitan akibat pandemi dan bencana. "Di sinilah dukungan kemudian mengalir untuk Partai Demokrat. Jadi, jalan yang kami tempuh saat ini, Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat, sudah tepat," kata dia.

Baca juga: Komplek Perkantoran Bupati Disemprot, Gunakan Mobil Armor Water Canon

Kedua, Herzaky menyebut publik memberikan dukungannya kepada Partai Demokrat pimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono untuk memberikan sinyal kepada para oknum kekuasaan dan perusak demokrasi, untuk tidak melakukan abuse of power kepada parpol maupun organisasi politik maupun massa lainnya.
Meskipun punya kuasa, bukan berarti oknum kekuasaan bebas berlaku tanpa mempedulikan etika, norma, dan aturan. Walau Herzaky tak menjelaskan siapa oknum yang dimaksud, namun diduga hal itu merujuk pada Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) oleh kubu KLB.

Baca juga: Pos Penyekatan Kembali Diperketat, Tanpa Keterangan Bebas Covid-19 Harus Kembali

"Publik menunjukkan, mereka akan mendukung siapapun yang dizalimi dan menentang siapapun yang mencoba menggerogoti demokrasi kita," kata dia.
Ketiga, Herzaky menilai publik saat ini merasa butuh alternatif baru. Sebagian dari publik merasa kondisi saat ini tidak sesuai dengan harapan mereka, dan butuh tempat meletakkan dan menaruh asa.
Menurutnya, masyarakat melihat Partai Demokrat dan AHY selaku Ketua Umumnya, sebagai harapan baru di tengah situasi yang pelik dan tidak pasti ini, yang diharapkan memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi saat ini. "Aspirasi ini tentunya merupakan kepercayaan yang besar kepada kami. Semoga kami dapat menjaga asa publik ini hingga 2024, dan mendapatkan kembali kepercayaan untuk ikut menata negeri ini di dalam pemerintahan," jelas Herzaky.
"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan atensi publik kepada kami saat ini. Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kami emban. Memotivasi kami untuk terus melanjutkan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat," pungkasnya.
Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat mengapresiasi hasil survei lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang menempatkan Demokrat berada di urutan ketiga, dibawah PDI Perjuangan dan Gerindra. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut, hal itu konsisten dengan rilis berbagai lembaga survei sebelumnya yang secara konsisten menunjukkan tren kenaikan elektabilitas Partai Demokrat.
"Yang terbaru, rilis hasil survei ARSC menempatkan Partai Demokrat diurutan ketiga sebesar 14,8 persen,setelah Gerindra 15,03 persen, dan PDIP sebesar 19,06 persen," kata Kamhar.
Kamhar berpendapat, kenaikan elektabilitas ini sebagai hasil dari ujian kenaikan kelas Partai Demokrat yang diterpa prahara pada medio Januari sampai awal April lalu oleh Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).
Gerakan tersebut dipimpin KSP Moeldoko yang bisa diatasi secara cemerlang dengan hasil yang gemilang. Selain itu, kata Kamhar, kenaikaan ini juga buah manis dari konsistensi Partai Demokrat yang berada di luar pemerintah sebagai oposisi, yang secara tegas memilih berkoalisi dengan rakyat dan secara terus menerus memperjuangkan aspirasi rakyat.
Di sisi lain, menurutnya keberhasilan Partai Demokrat melewati terpaan badai ini menunjukkan kualitas kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai nahkoda yang handal. Kamhar menyebut sekurang-kurangnya ada 4 hal menjadi kunci sukses yang menunjukkan bobot kepemimpinan Mas Ketum AHY.
"Pertama kecepatan dalam merespon persoalan dan mengambil keputusan; kedua metepatan menerapkan strategi dengan mengajak publik dan kelompok strategis (civil society), termasuk media massa untuk melakukan kontrol demokrasi atas kekuasaan; ketiga keberanian, dimana yang dihadapi adalah KSP Moeldoko purnawirawan Jenderal yang berada di kekuasaan dan keempat kemampuan Mas Ketum AHY dalam membangun dan menjaga soliditas kader," pungkasnya.(tribun network)

Editor: Hendri Dunan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved