Breaking News:

JOE BIDEN Bebaskan 3 Napi Tertua di Penjara, Usai Dikecam Karena Dukung Israel Serang Palestina

Di tengah kecaman dunia Islam karena mendukung tindakan brutal Israel atas Palestina, Presiden AS Joe Biden janji membebaskan tahanan Teluk Guantanamo

Editor: Rohmayana
ist
Presiden AS Joe Biden berjanji membebaskan 3 narapidana kasus terorisme yang dipenjara di Teluk Guantanamo di tengah kecaman terhadap AS yang mendukung tindakan brutal Zionis Israel. 

"Orang-orang Pakistan menginginkan dia kembali, dan pemahaman kami adalah tidak ada halangan untuk dia kembali," katanya.

Seorang juru bicara Pentagon tidak segera berkomentar.

Dewan peninjau tahanan juga memberi tahu Utsman, seorang Yaman yang telah ditahan tanpa dakwaan di Guantanamo sejak dibuka pada Januari 2002, juga diberi tahu bahwa dia telah dibebaskan, menurut pengacaranya, Beth Jacob, yang berbicara dengannya melalui telepon.

"Dia senang, lega, dan berharap ini benar-benar mengarah pada pembebasannya," kata Jacob.

Paracha, yang tinggal di AS dan memiliki properti di New York City, adalah seorang pengusaha kaya di Pakistan.

AS, yang merebut Paracha di Thailand pada 2003 dan menahannya di Guantanamo sejak September 2004, telah lama menegaskan bahwa pihaknya dapat menahan tahanan tanpa batas waktu tanpa dakwaan di bawah hukum perang internasional.

Baca juga: Ucok Meringkuk di Penjara gara-gara Menghina Palestina, Cuma Iseng Bikin Konten TikTok Supaya FYP

Pada November, Paracha, yang menderita sejumlah penyakit termasuk diabetes dan penyakit jantung, tampil kedelapan di hadapan dewan peninjau, yang didirikan di bawah Presiden Barack Obama.

Dewan peninjau mencoba mencegah pembebasan tahanan yang diyakini pihak berwenang mungkin terlibat dalam tindakan anti permusuhan setelah dibebaskan dari Guantanamo.

Saat itu, pengacaranya mengatakan dia lebih optimis tentang prospeknya karena terpilihnya Biden, kesehatannya yang buruk, dan perkembangan kasus hukum yang melibatkan putranya, Uzair.

Uzair Paracha dihukum pada tahun 2005 di pengadilan federal di New York karena memberikan dukungan kepada terorisme.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved