Breaking News:

Berita Tanjabbar

Masih Lakukan Penyekatan Hingga 24 Mei, Polres Tanjabbar Terapkan Rapid Antigen Random ke Pejalan

Tiga Pos Penjagaan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih terus di jaga hingga masa penyekatan di berlakukan

tribunjambi/samsul bahri
Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Tiga Pos Penjagaan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih terus di jaga hingga masa penyekatan di berlakukan yakni dari 18 hingga 24 Mei. Ini disampaikan oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro, Senin (17/5). 

Kapolres menyebutkan bahwa dalam penyekatan kali ini pihaknya fokus pada perjalanan arus balik. Disisi lain, melihat perkembangan yang ada, dikatakan oleh Kapolres pihaknya akan melakukan langkah rapid tes antigen secara random kepada sejumlah pelaku perjalanan. 

Kata Kapolres langkah ini di ambil untuk mengantisipasi dan memberikan rasa aman kepada sejumlah pelaku perjalanan. Mengingat berbagai kasus yang memalsukan surat rapid antigen dengan tujuan untuk lolos dari pemeriksaan petugas. 

"Ini kita akan terus lakukan sebagai upaya mengantisipasi dokumen yang tidak sesuai atau mungkin yang sudah melakukan perjalanan dan memiliki dokumen namun kontak erat dengan masyarakat yang tidak memiliki dokumen, ini bisa di mungkinkan terpapar," terangnya

Setidaknya akan ada sekitar 20 alat tes rapid antigen yang disediakan di setiap pos penyekatan yang ada di Kabupaten Tanjabbar. Adapun pos penyekatan di Tanjabbar yakni berada di Desa Suban, untuk penyekatan Jambi- Riau, Ex Terminal Pembengis untuk penyekatan Kabupaten dan di Pelabuhan LLASDP untuk penyekatan jalur perairan. 

"Pada penyekatan kali ini kita siapkan ketersediaan rapid antigen dan ini kita fokus pada arus balik dan masyarakat yang bawa dokumen rapid tapi di anggap perlu di lakukan tes lagi maka akan kita lakukan rapid antigen secara random," terangnya

Dikatakan oleh Kapolres bahwa sebelumnya pada masa larangan mudik dan lebaran pihaknya telah melakukan rapid antigen secara random. Namun untuk hasil rapid antigen random tersebut tidak di temukan orang dengan hasil positif rapid antigen

"Sebelumnya sudah kita lakukan sebanyak 20 orang pelaku perjalanan dengan cara random juga. Syukur alhamdulillah semuanya negatif, namun ini tetap kita lakukan kedepannya sebagai langkah antisipasi," pungkasnya

Baca juga: Kembali Bikin Heboh, Pasutri Kaget ketika Lihat Babi Tidur Diatas Kasur Menindih Masker, Pesugihan?

Baca juga: Detik-Detik Ketakutannya Kru Berita APTN Sebelum Dihantam Rudal Israel, Ramai-ramai Melarikan Diri

Baca juga: Setelah Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Begini Bagi-bagi Kursi Kepemimpinannya

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved