Berita Nasional

BEGINI Cerita Kantor Media di Gaza Dibombardir Israel, Penghuni Gedung Cuma Diberi Waktu 1 Jam

Dua sayap bangunan pun terlihat rontok dalam beberapa detik setelah bom menghantam dasar gedung yang lampunya masih tampak menyala.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
istimewa
Serangan Jet Tempur Israel di Jalur Gaza. 

TRIBUNJAMBI.COM, KOTA GAZA – Serangan mengerikan dari Militer Israel Sabtu (15/5/2021) menghancurkan menara Al Jalaa, gedung berlantai 11 di Jalur Gaza. Lokasi itu pun jadi pusat kegiatan jaringan media Al Jazeera dan kantor berita Associated Press.

Video pengeboman tersiar luas sampai viral di media sosial, sangat dramatis.

Dua sayap bangunan pun terlihat rontok dalam beberapa detik setelah bom menghantam dasar gedung yang lampunya masih tampak menyala.

Israel juga mengklaim gedung itu jadi target militer yang sah karena dijadikan pusat pengumpulan intelijen dan tujuan lain oleh kelompok Hamas yang mengontrol Jalur Gaza.

Serangan Jet Tempur Israel di Jalur Gaza.
Serangan Jet Tempur Israel di Jalur Gaza. (istimewa)

Kantor berita Associated Press yang berpusat di AS, dan Al Jazeera yang bermarkas di Doha, Qatar, mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk pemboman tersebut.

Presiden dan CEO AP Gary Pruitt mengatakan mereka merasa sangat terkejut dan ngeri militer Israel menargetkan dan menghancurkan gedung itu.

Sebab, kata Gary Pruitt, dikutip dari Aljazeera, Minggu (16/5/2021), Israel telah lama tahu kantor biro mereka ada di gedung itu.

"Kami akan cari tahu dari pemerintah Israel dan Departemen Luar Negeri AS untuk mencoba mempelajari masalah ini lebih lanjut," ujarnya.

Pruitt mengakui, biro menerima peringatan sejam sebelumnya dari Israel, dan meminta mereka mengevakuasi diri dari gedung.

“Selusin jurnalis AP dan freelancer berada di dalam gedung dan untungnya kami bisa mengevakuasi mereka tepat waktu,” ungkapnya.

Sementara Al Jazeera juga menuduh pemerintah Israel mencoba membungkam media yang menyaksikan, mendokumentasikan, dan melaporkan apa yang terjadi di wilayah Gaza.

"Ini adalah kejahatan di antara serangkaian kejahatan yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza," ujar Kepala Biro Al Jazeera Yerusalem, Walid al-Omari.

Setelah pemboman menara, seorang pembawa berita Al Jazeera edisi bahasa Inggris menyatakan tetap mengudara.

“Saluran ini tidak akan dibungkam. Al Jazeera tidak akan dibungkam," ujarnya.

Detik-detik Sebelum Bom Menghantam Gedung

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved