Breaking News:

Berita Kota Jambi

Waspada, BPOM Jambi Temukan Jajanan Berbuka Puasa Mie Celor Mengandung Formalin

Selama bulan Ramadhan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, Balai POM di Jambi melakukan Intensifikasi pengawasan pangan.

istimewa
Kepala Balai POM di Jambi Ahmad Rafqi. Waspada, BPOM Jambi Temukan Jajanan Berbuka Puasa Mie Celor Mengandung Formalin 

Waspada, BPOM Jambi Temukan Jajanan Berbuka Puasa Mie Celor Mengandung Formalin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI  - Selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, Balai POM di Jambi melakukan Intensifikasi pengawasan pangan.

Pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan dilakukan bekerja sama dengan lintas sektor terkait, meliputi Dinas Kesehatan kab/kota serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kab/kota Intensifikasi Pengawasan Pangan dilakukan dari awal April sampai dengan akhir Mei 2021. 

Hingga minggu ke lima pelaksanaanya (7 Mei 2021) petugas menemukan produk tidak memenuhi ketentuan di 8 Sarana distribusi (11,76%) dari 68 sarana yang diperiksa, dengan total temuan 36 item (91 kemasan). 

Sarana yang tidak memenuhi ketentuan tersebut, sebanyak 5 sarana di kota Jambi dan 3 sarana di Tanjab Barat.

Jenis temuan terbanyak adalah pangan yang rusak kemasannya sebanyak 35 item (74 kemasan) di kota Jambi dan Tanjung Jabung Barat. Disamping itu juga ditemukan produk pangan impor tanpa Izin edar (TIE) sebanyak 1 item (17 kemasan), ditemukan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.  

Kemudian dari 68 sarana distribusi yang diperiksa, ditemukan 7 sarana yang menjual parcel lebaran, dan semuanya sesuai ketentuan. Pelaku Usaha sudah mencantumkan nama nama produknya beserta tanggal kedaluawarsanya pada kemasan parcel.

"Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan yang dilakukan terhadap sarana distribusi pangan, baik dari sarana retail dan gudang distributor," jelas Kepala Balai POM di Jambi Ahmad Rafqi dalam keterangan persnya Senin (10/5/2021). 

Menurut Kepala BPOMN jika dibandingkan dengan data intensiftikası pangan tahun 2020, jumlah sarana yang diperiksa naik 27,3 %.

Sementara hasil temuan tahun ini menunjukkan penurunan sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan (dari 31,8% tahun 2020 menjadi 11,76% tahun 2021). Namun jumlah temuan produk yang tidak memenuhi ketentuan relative sama (36. item / 74 Pcs tahun 2021 dan 35 item / 64 Pcs tahun 2020). 

Halaman
12
Penulis: Zulkipli
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved