Breaking News:

Editorial

Penanganan Pandemi Covid-19 dan Berjiwa Besar di Atas Perbedaan

Berbeda karena zonasi risiko penyebaran Covid-19. Jika ada saudara kita yang bisa salat di masjid atau lapangan, kita mungkin cukup di rumah saja.

istimewa
Kepala BNPB Doni Munardo saat menyempatkan diri melihat penanganan zona merah RT 04 Kelurahan Payo Selincah, Kota Jambi, Jum'at (7/5/21) dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Jambi. 

PERAYAAN Idul Fitri tahun ini diwarnai banyak perbedaan.

Berbeda karena zonasi risiko penyebaran Covid-19. Jika ada saudara kita yang bisa salat di masjid atau lapangan, kita mungkin cukup di rumah saja.

Pemetaan wilayah zonasi risiko Covid-19 terus mengerucut tak hanya di tingkat kota/kabupaten, namun juga tingkatan ke bawahnya.

Sisi baiknya, setiap kawasan akan berbeda penerapan relaksasi hingga interaksi antarmasyarakat.

Miris, jika ada kemudian yang menggeneralisir kenapa mudik tidak boleh sementara tempat wisata dibuka seluas-luasnya.

Kebijakan itu tentu kembali ke kondisi daerah setempat, sudah melalui pembahasan di tingkat pemerintah kota/kabupaten hingga diputuskan dibuka atau tidak.

Ada yang dibuka penuh, ada juga yang hanya separuh bahkan di Kabupaten Kerinci yang berada di zona merah pun mengizinkan buka dengan izin pengunjung hanya 25 persen dari daya tampung.

Begitupun dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri, tentu kita berharap tidak ada lagi komplain yang merasa dibedakan dengan masyarakat di kawasan berbeda.

Semua kebijakan tentu menyesuaikan dengan kondisi daerah setempat dan kesepakatan pemerintahnya.

Kabupaten Muarojambi dan Batanghari misalnya, sudah tegas menyatakan tidak mengizinkan Salat Idul Fitri kecuali di rumah.

Halaman
12
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved