KKB Papua Semakin Brutal Setelah Punya Sniper, Jenderal TNI AD Ini Tewas Ditembak dari Jauh
Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Densus 88 turun tangan memberantas KKB Papua yang semakin berulah.
"Kita sudah dapat kira-kira melumpuhkan mereka itu ada 5 orang informasi terakhir.
Kalau gak 5, mungkin ada lagi masih diinvetarisir," jelasnya.
Baca juga: Ali Imron Ingatkan Jokowi Bahaya Teroris Lulusan Afghanistan, Setara Kopassus Bisa Buat Bom Nuklir
Baca juga: Kronologi Ratusan Orang Tertipu Investasi Bodong 212 Mart, Pengelola Kabur, Denny Siregar: Mabok!
Namun demikian, ia menyatakan pihaknya tidak akan meningkatkan pola penyerangan terhadap KKB Papua.
Aparat lebih memfokuskan untuk menjaga titik lokasi yang akan dikuasai oleh KKB.
"Kita kan memang, selama ini cenderung lebih bertahan kan.
Kalau ada kejadian, baru kita mengejar target operasi (TO) yang disusun.

TO yang akan dikejar itu disesuaikan dengan perencanaan awal," pungkasnya.
Pasukan Burung Hantu Turun Tangan
Setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dinyatakan sebagai teroris oleh Pemerintah Indonesia,
belum ada kepastian apakah Densus 88 akan bergabung dengan Satgas Nemangkawi.
Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Densus 88 turun tangan memberantas KKB Papua yang semakin berulah.
Apalagi, KKB Papua dinilai punya penembak jitu dan perlengkapan senjata mumpuni.
Hal ini terbukti dengan Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha.
IPW berharap dalam sebulan setelah penetapan KKB sebagai teroris, Densus 88 yang berjuluk Pasukan Burung Hantu bisa turun ke Papua untuk membersihkan aksi teroris yang meresahkan masyarakat.
Baca juga: Pimpinan KKB Papua Nyamar Jadi Warga, Lekagak Telenggen Tak Segan Habisi Jenderal TNI dan Brimob
"Minimal melokalisir gerakan kelompok teror tersebut," ungkap Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Jumat (30/4/2021).