KKB Papua Semakin Brutal Setelah Punya Sniper, Jenderal TNI AD Ini Tewas Ditembak dari Jauh

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Densus 88 turun tangan memberantas KKB Papua yang semakin berulah.

Editor: Teguh Suprayitno
istimewa via Tribun Manado
Pasukan KKB Papua. 

Namun IPW mengingatkan, teroris di Papua dinilai lebih bengis, terlatih, solid, dan lebih canggih persenjataannya ketimbang teroris yang berada di luar Papua.

Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha, Kabinda Papua yang gugur ditembak KKB.
Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha, Kabinda Papua yang gugur ditembak KKB. ((Tribunnews))

"Teroris Papua seakan telah menorehkan fenomena baru

dalam sejarah terorisme di mana seorang jenderal bisa terbunuh dalam serangan teroris."

"Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, pada Minggu (25/4/2021) kemarin menjadi sejarah pertama adanya seorang perwira tinggi TNI yang tewas dalam konflik di Papua."

"Kasus ini juga menunjukkan bahwa teroris Papua sepertinya memiliki penembak jitu yang terlatih dengan senjata mumpuni," ujarnya.

Neta menyebut, ulah bengis teroris di Papua terlihat dalam pekan pertama April 2021.

"Di era itu teroris Papua sudah menewaskan warga dari berbagai kalangan,

mulai guru, siswa hingga tukang ojek di Kabupaten Puncak."

"Selain itu teroris Papua merusak sekolah dan rumah-rumah warga.

Bahkan membakar rumah anggota DPRD di Kampung Beoga," ungkapnya.

Dari data yang diperoleh IPW, para teroris yang berada di Distrik Beoga,

Kabupaten Puncak, memiliki 30 pucuk senjata api.

Terdiri dari berbagai merek, mulai dari laras panjang hingga pistol genggam, di antaranya SS1 hingga M16.

Teroris di Papua, lanjut Neta, terlihat cukup solid dan terafiliasi hanya pada satu kelompok,

yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved