Kondisi Covid-19 di India Makin Mencekam 30.000 Orang Tewas Per Hari, AS Stop Perjalanan dari India
Semakin hari kasus Virus Corona di India makin mengerikan. Sedikitnya 30.000 orang tewas per hari karena terpapar Covid-19.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-- Semakin hari kasus Virus Corona di India makin mengerikan.
Sedikitnya 30.000 orang tewas per hari karena terpapar Covid-19.
Berdasarkan data Worldometers 1 Mei, jumlah orang terpapar Virus Corona di India mencapai 18.754.984 kasus dan total kematian mencapai 208.313 orang.
India adalah negara dengan jumlah kasus Virus Corona terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan 33.044.068 kasus dan jumlah kematian 589.271 orang.
Berita terkini Wartakotalive.com bersumber dari dailymail.co.uk pagi ini menyebutkan, pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya memberlakukan pembatasan perjalanan dari India.
Petugas medis negara itu mengatakan 30.000 orang meninggal setiap hari, mayat bertumpuk di jalan-jalan dan tiga jenis varian yang tumbuh di dalam negeri sedang melanda negara itu.
WN Amerika Diminta Tinggalkan India
Seorang pria membawa tandu di tengah pembakaran kayu bakar para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi pada 26 April 2021. (Permata SAMAD / AFP)
Larangan tersebut, yang hanya berlaku untuk warga negara non-AS, tidak akan berlaku hingga Selasa depan.
Pengumuman itu datang dua hari setelah Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan perjalanan Level 4, yang merupakan peringatan tertinggi dari jenisnya.
Semua orang Amerika diminta untuk meninggalkan India jika mereka bisa karena wabah Covid-19.
Peringatan itu juga menyarankan orang Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke India karena negara itu mengalami bencana gelombang kedua yang sebagian dipicu oleh varian India.
Varian India yang mematikan dikenal sebagai B.1.617.
Kerabat melakukan ritual terakhir seorang korban yang meninggal karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi pada 26 April 2021. (Money SHARMA / AFP)
Hingga saat ini, belum ada kabar apakah pemerintah AS akan mengeluarkan larangan bepergian meski sudah ada larangan di Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan sejumlah negara Eropa.