Kondisi Covid-19 di India Makin Mencekam 30.000 Orang Tewas Per Hari, AS Stop Perjalanan dari India

Semakin hari kasus Virus Corona di India makin mengerikan. Sedikitnya 30.000 orang tewas per hari karena terpapar Covid-19.

Editor: Rohmayana
24h
Petugas kesehatan di India melakukan kremasi pada jenazah. 

Setiap hari, 14 penerbangan langsung tiba di AS dari India, penuh dengan orang-orang yang melarikan diri dari gelombang kedua yang dahsyat.

Penumpang yang terbang kembali ke AS dari India pada Kamis dan Jumat mengatakan kepada DailyMail.com bahwa sebagian besar penerbangan mereka penuh.

Virus Corona di India Bermutasi Jadi 3

Kasus <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/virus-corona' title='Virus Corona'>Virus Corona</a> di <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/india' title='India'>India</a> semakin parah. Seorang ibu terpaksa mengangkut jenazah anaknya, korban <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/covid-19' title='Covid-19'>Covid-19</a>, menggunakan becak karena terbatasnya alat pengangkut jenzah (ambulans).
Kasus Virus Corona di India semakin parah. Seorang ibu terpaksa mengangkut jenazah anaknya, korban Covid-19, menggunakan becak karena terbatasnya alat pengangkut jenzah (ambulans). (twitter/dailymail)

Kepala kesehatan sekarang telah membagi varian India, yang dikenal sebagai B.1.617, menjadi tiga varian berbeda.

Virus Corona varian B.1.617 telah bermutasi menjadi virus yang serupa tetapi berbeda secara genetik.

Penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin tersebut efektif melawan B.1.617.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS tidak menganggap B.1.617 sebagai varian dari 'kekhawatiran', seperti varian Inggris, Afrika Selatan atau Brasil, atau bahkan 'varian minat' yang sedikit kurang mengkhawatirkan.

Badan tersebut tidak mempublikasikan pelacakan varian B.1.617, kemungkinan karena memiliki kehadiran nominal di A.S.

Varian COVID-19 India telah terdeteksi di AS dengan laporan kasus di California dan Tennessee.

Menurut Outbreak.info, yang mengumpulkan informasi yang dikirimkan ke database GISAID internasional dari urutan genom virus corona menunjukkan bahwa varian B.1.617 mewakili kurang dari 0,5 persen kasus AS.

Situs tersebut melaporkan tiga kasus yang diidentifikasi di Kansas, empat di Washington, dua di Pennsylvania, tujuh di New York, empat di California dan satu di Massachusetts.

Kasus <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/virus-corona' title='Virus Corona'>Virus Corona</a> di <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/india' title='India'>India</a> makin parah. 30.000 orang tewas per hari, di antaranya karena <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/virus-corona' title='Virus Corona'>Virus Corona</a> varian baru, B.1.617. Tempat kremasi di New Delhi kewalahan melakukan pembakaran massal jenazah korban <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/covid-19' title='Covid-19'>Covid-19</a>.Kasus Virus Corona di India makin parah. 30.000 orang tewas per hari, di antaranya karena Virus Corona varian baru, B.1.617. Tempat kremasi di New Delhi kewalahan melakukan pembakaran massal jenazah korban Covid-19. (reuters/dailymail.co.uk)

Afrika Selatan Masuk Negara yang Dilarang

Pada bulan Januari 2021, Presiden Joe Biden menambahkan Afrika Selatan ke daftar negara yang dilarang oleh AS untuk bepergian setelah varian COVID-19 mulai menyebar dengan cepat di sana dan terdeteksi di berbagai negara bagian.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved