Breaking News:

Berita Tanjabbar

Sampah Menumpuk dan Hampir Menutup Akses Jalan Warga ke Kebun, DLH Tanjabbar Sebut Alat Berat Rusak

Terhadap penumpukan sampah tersebut membuat sejumlah masyarakat merasa terganggu karena bau yang tidak sedap. Selain itu juga munculnya lalat juga men

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Sampah Menumpuk dan Hampir Menutup Akses Jalan Warga ke Kebun, DLH Tanjabbar Sebut Alat Berat Rusak 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Sampah yang meningkat selama ramadan ini ternyata membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di RT 9, Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar tidak tertampung.

Hal ini di tambah dengan tidak berfungsinya alat pengeruk sampah hingga menyebabkan sampah menggunung dan tumpah ke badan jalan.

Terhadap penumpukan sampah tersebut membuat sejumlah masyarakat merasa terganggu karena bau yang tidak sedap. Selain itu juga munculnya lalat juga menyebabkan pemandangan tidak sedap di rumah-rumah warga sekitar.

"Hampir dua minggu ini lah yang sampai keluar-keluar ke jalan. Kabarnya itu alatnya rusak. Ya kita merasa terganggu lah dengan kondisi ini. Kita berharap di gusurkan lah ke tempatnya. Soalnya sampah ini kan nambah terus," ungkap Rasidi warga sekitar.

Hal senada di sampaikan oleh Ketua RT 09, Desa Lubuk Terentang menyebutkan bahwa sampah yang menumpuk sangat menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, sampah yang sudah melebar ke jalan tersebut juga membuat akses jalan masyarakat ke kebun terganggu.

"Jalan ke kebun juga sudah hampir tertutup. Makanya kita minta untuk pihak terkait untuk segera mengangkut sampah yang melebar ini ke kolamnya. Kami juga meminta untuk memohon di berikan bantuan. Karena alat kita rusak, kita sudah ajukan ke perusahaan tetapi tidak ada respon,"

Terhadap hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjabbar, Suparjo membenarkan adanya sampah yang menumpuk dan tidak tertampung pada tempatnya. Hal ini karena memang alat pengangkut sampah dalam kondisi rusak.

"Iya karena peralatan kita rusak, apalagi saat ini di tengah puasa, sampah juga lumayan meningkat. Tapi peralatan kita tidak bisa mengcover itu karena alat kita juga sudah tua,"katanya

"Kemarin kerusakannya sudah kita perbaiki dan sempat beraktivitas lagi, eh rantai lagi yang rusak. Kemudian kita perbaiki dan insha allah hari ini sudah bisa berakivitas lagi,"ungkapnya

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan Pengusaha Ikan Hias di Mayang Mangurai

Baca juga: PENAMPAKAN Gagahnya KRI Nanggala-402 Pada 20 April 2021 Sebelum Dinyatakan On Eternal Patrol

Baca juga: Gubernur Jambi Masuk Dalam 16 Gubernur Peraih Penghargaan K3 Terbaik

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved