Breaking News:

Sahabat Rasulullah

Kisah Sahabat Nabi, Salman al Farisi Pengusul Pembuat Parit di Perang Khandak

Salman al Farisi mengusulkan agar kaum Muslimin menggalai parit sebagai perlindungan sepanjang daerah terbuka di sekitar Madinah

Boston.com
Ilustrasi menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah 

Al-Qur’an menggambarkan kondisi perang tersebut dalam surat Al Ahzab ayat 10. Sebanyak 24.000 prajurit yang dipimpin oleh Abu Sufyan dan Uyainah ibn Hishn bergerak mendekati Madinah untuk mengepung dan menyerang Madinah dengan serangan mematikan sehingga dapat melenyapkan Muhammad beserta agama dan para sahabatnya.

Pasukan tersebut tidak hanya mewakili suku Quraisy, tetapi didukung juga oleh berbagai kabilah dan kelompok-kelompok berkepentingan yang memandang Islam sebagai ancaman bagi mereka.

Saat itulah tampil seorang lelaki yang gagah dan berambut lebat. Seorang yang sangat dicintai dan dihormati oleh Rasulullah saw.

Dialah sahabat Nabi Salman al Farisi yang tampil ke muka.

Dari atas bukit, ia hamparkan pandangan penuh selidik meninjau sekitar Madinah.

Ia mendapati ternyata Madinah dibentengi oleh pegunungan dan bebatuan yang mengelilingi kota. Namun, ada sebuah celah luas yang memanjang dan membentang hingga dapat dengan mudah pasukan musuh memasuki benteng pertahanan.

Baca juga: 82 Penumpang Jadi “Korban” Penyekatan Jalan Jambi-Palembang, Empat Bus Disuruh Putar Balik

Baca juga: Puasa Merupakan Pasantren Kejujuran

Baca juga: VIDEO Selama Ramadan 2021, Terjadi Peningkatan 2 Ton Sampah per Hari di Merangin

Baca juga: Kemenaker Beri Penghargaan K3 kepada 16 Gubernur, Jambi Satu di Antaranya

Salman di negeri asalnya,  Persia, telah banyak mempunyai pengalaman tentang siasat dan strategi perang, la pun mengajukan usul kepada Rasulullah saw yang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab sepanjang perang mereka yang terjadi selama ini.

Salman al Farisi mengusulkan agar kaum Muslimin menggalai parit sebagai perlindungan sepanjang daerah terbuka di sekitar Madinah.

Hanya Allah yang lebih tahu bagaimana akhir yang menanti kaum Muslimin dalam perang itu andai saja mereka tidak menggali parit.

Ketika pasukan Quraisy menyaksikan parit yang begitu besar dan dalam terbentang di hadapan mereka, mereka pun merasa terpukul dan putus asa mendapati hal yang tidak disangka sangka itu.

Akibatnya, satu bulan lamanya pasukan Quraisy hanya berdiam diri di dalam tenda-tenda mereka, tanpa mampu menyerang Madinah.

Penulis: Deddy Rachmawan
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved