Wawancara Eksklusif

Kisah Ramadan Mahasiswa Jambi dari Olak Kemang di Rusia, Puasa Hingga 19 Jam 

Pemuda asal Olak Kemang yang kini diamanahkan sebagai ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi ini, jauh-jauh kuliah di Rusia

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/IST
Teguh Imanullah diaspora Indonesia asal Jambi di Rusia, ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi 

Benar-benar terasa banget sebagai seorang muslim. Kadang saya juga ditanya, kamu kenapa percaya pada Tuhan? Kenapa puasa? Kenapa salat? Itu akhirnya memperkuat, mempertajam iman kita juga. Itu yang saya temukan di sini. Benar-benar menggugah perasaan bahwa, kita sebagai muslim harus tahu apa yang kita imani.

Baca juga: Mahasiswa Jambi Berkuliah di Sudan dan Mesir akan Dibantu Pemprov Jambi, Rp 760 Juta Siap Disebar

Baca juga: Kisah Teguh Imanullah, Mahasiswa Jambi di Rusia Memberikan Tumpangan Sesama Muslim

Baca juga: Sejumlah Posisi Jabatan di Polres Tebo Diganti, Ini Nama-nama yang Sertijab Pagi Ini

Baca juga: Meski Diberlakukan Larangan Mudik, Pelabuhan RoRo Kuala Tungkal Tetap Beroperasi

Pertanyaan itu jarang terlontar di Jambi. Tapi di sini, mereka cukup rasional, mengapa harus melakukan ini. Itu yang jadi refleksi, kita harus tahu apa yang kita lakukan, kenapa, dan secara sadar. Itu satu di antara yang tidak saya temukan di Indonesia, tapi saya temukan di Rusia.

Kebebasan beragama di sana, seperti apa?
Teguh: Kalau di Rusia, saya belum dengar secara langsung ada masalah rasis terhadap agama Islam, terutama warga negara Indonesia.

Untuk kemudahan salat, sebenarnya bisa dikatakan beda-beda, karena di sini kan ada juga kota-kota yang muslimnya banyak, seperti Kazan. Itu enak banget untuk ibadah. Tapi kalau seperti di kota saya, masjidnya tidak banyak. Kadang kita harus salat di kampus. Bawa sajadah, wudu di kampus, salat di kampus, cari ruang kosong.

Beda kampus, beda-beda fasilitasnya. Tapi kebanyakan kampus belum ada (fasilitas ibadah). Solusinya, kita cari ruang kosong. Misalnya, saya di lab, tanya supervisor, saya mau salat, nanti dikasih ruang kosong. Orang-orang di sini paham betul tentang Islam. Ketika saya lagi puasa, mereka menghargai. Di sini juga ada Ramadan mubarak.

Ada berapa mahasiswa muslim Indonesia di Bilgord?
Teguh: Saya sendiri. Hanya satu mahasiswa Jambi di Bilgord. Jadi kami (mahasiswa Jambi-Indonesia) tersebar di beberapa tempat, dan itu juga memperkuat jaringan orang-orang Jambi karena Rusia ini luas banget. Rusia ini satu negara dengan sembilan zona waktu.

Pernahkah antara orang Jambi di Rusia saling bertemu? Bagaimana komunikasinya?
Teguh: Pernah, biasanya di Moscow. Tapi kadang-kadang juga kami kunjungi, misalnya ke Kazan. Kalau ketemu, pakai Bahasa Jambi dong.

Memasuki tahun-tahun akhir kuliah. Ke depan ada strata lebih tinggi. Punya gambaran ke depan nanti mau apa?
Teguh: Saat ini rencana terdekat lulus dulu, karena itu cukup sulit.

Sebenarnya, rencana awalnya pengin lanjut di Rusia, karena saya merasa ilmu di Rusia ini luas banget, dan banyak hal yang belum terjamah, jadi pengin lanjut lagi. Cuma masih belum tahu, tapi plannya seperti itu. Juga ada rencana untuk kerja.

Untuk tradisi Ramadan di sana, apa ada kegiatan yang spesial?
Teguh: Di sini tidak ada kegiatan spesial. Paling salat, ngaji. Tidak ada yang spesial, semua seperti biasa. Yang kurang di sini orang untuk muarajaah, dan cuma terjadi di masjid, itu pun waktunya singkat banget. Puasa di sini itu 19 jam. Jadi, waktunya (di luar jam puasa) itu singkat banget.

Apa agenda IDM selama Ramadan tahun ini?
Teguh: Untuk saat ini agenda kita kemarin habis acara goes campus, secara online, kita undang dari beberapa negara. Ada 18 negara dari jenjang S1, S2, S3. Sekarang masih menyusun beberapa kegiatan juga. Tapi untuk Ramadan ini kita fokus ke kegiatan-kegiatan internal, belum ada kegiatan yang luas. Tapi kalau teman-teman mau tau kegiatan selanjutnya, ikuti terus akun @idmjambi. (are)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved