Editorial
Kabar Duka dari Kedalaman Laut 838 Meter, Selamat Jalan Patriot KRI Nanggala-402
Kabar Duka dari kedalaman 838 meter, Selamat Jalan Patriot KRI Nanggala-402. Kita sempat berharap mereka bisa diselamatkan jelang dugaan habisnya
Kabar duka itu akhirnya menenggelamkan harapan.
Segala upaya yang dilakukan untuk menemukan KRI Nanggala-402 dan menyelematkan para awaknya kalah cepat dengan kenyataan pilu.
Minggu (25/4) sore Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan suara bergetar menahan duka mengabarkan bahwa 53 awak kapal selam tersebut gugur.
Bukti dan temuan yang didapat berujung pada kesimpulan bahwa para prajurit KRI Nanggala-402 gugur dalam tugas.
Kita sempat berharap mereka bisa diselamatkan jelang dugaan habisnya oksigen di dalam kapal pada Sabtu dini hari. Namun takdir berkata lain.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.
Maka kini fokus selanjutnya adalah bagaimana mengevakuasi KRI Manggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.
Sekalipun kapal berada di kedalaman 838 meter.
Adalah suatu kenyataan menyedihkan bagi bangsa ini, bahwa prajuritnya justru gugur akibat kondisi alutsista yang uzur.
KRI Nanggala-402 yang diproduksi Jerman pada 1972 kini usianya setengah abad kurang satu tahun.
Bagi Indonesia yang menjadi Negara maritim sudah seharusnya memiliki alutsista perairan yang juga mumpuni.
Baca Berita Jambi lainnya
klik:
Baca juga: Puasa Ajaran Universal yang Sehat dan Menyehatkan (1)
Baca juga: Kisah Sertu Bambang Prianto Awak KRI Nanggala-402 Yang Gugur, Enggan Kuliah Pilih Jadi Tentara
Baca juga: Dua Pegawai Bos Sawit di Muarojambi Dirampok OTK Bersenpi, Uang Ratusan Juta Raib
Baca juga: Update CPNS 2021 - Ini Jumlah Formasi Jaksa, Sarjana Hukum Siapkan Berkasmu!
Para pemangku kebijakan, legislatif di Senayan sana juga harus berpikir bagaimana agar alutsista kita tak menjadi “predator” bagi prajuritnya.
Ketimbang memikirkan proyek megalomania semisal Silocon Valley yang kontroversi tentulah lebih baik meningkatkan anggaran untuk alutsista.
Setiap ada insiden kecelakaan yang melibatkan prajurit-prajurit, semisal jatuhnya pesawat Hercules, kita selalu berharap itu adalah insiden terakhir.
Namun, kenyataan menumbangkan harapan. Dan berduka lagi dan lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kri-nanggala-402-telah-dinyatakan-tenggelam-atau-isyarat-subsunk.jpg)