Breaking News:

MUTIARA RAMADAN

Mutiara Ramadan - Mengukur Standar Puasa Kita

Tidak cukup dengan model berpuasa sekedar menggugurkan kewajiban saja, dan hanya bisa menahan lapar, dahaga dan hubungan suami istri di siang hari.

Tribun Jambi
Mutiara Ramadan - Mengukur Standar Puasa Kita 

Pertama, mahabbah (landasan cinta). Perintah pelaksanaan puasa yang disambut denagn gegap gempita penuh suka cita dan bahagia.

Kita berpuasa bukan lagi karena merasa ini sebatas kewajiban saat ramadan menjelma menyapa kita, tapi lebih dari itu, puasa adalah kebutuhan sekaligus sebagai waktu yang ditunggu-tunggu untuk membuktikan kecintaan kepada Allah, yang selama ini telah sangat amat baik kepada kita.

Puasa kita adalah ungkapan syukur atas segala nikmat yang dicurahkan.

Puasa diamallaksanakan karena meluapkan rasa rindu kepada Allah yang telah lama mengharu biru dan menyesakkan dada kita. Sehingga muncul dalam diri sebuah tekad untuk tidak akan melewatkan walau satu detik dari bulan ramadan kecuali melaksanakan kebaikan-kebaikan.

Tidak ada lagi rasa berat yang bersangatan hanya sekedar melaksanakan tarawih 20 rakaat. Atau sekedar menyisihkan sebagaian dari rizki untuk berbagai dengan sesama.

Kedua, muraqabah (sikap merasa diawasi oleh Allah). Selain berpuasa atas dasar cinta kepada Allah, kita juga harus senantiasa merasa bahwa Allah mengetahui semua yang kita lakukan dimana saj kita berada.

Sikap ini akan menuntun kita untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap gerak langkah kita.

Ketika Allah sudah berhasil hadir dalam setiap aktivitas kita, maka tentunya keberkahan juga turut hadir didalamnya.

Betapa banyak ibadah-ibadah yang kita lakukan tidak memberi pengaruh apa-apa pada aspek lain dalam kehidupan kita, karena tidakmampuan kita menghadirkan Allah dalam pelaksaannya.
Banyak yang sudah bolak-balik tanah suci, tapi tetap merasa Allah masih jauh dari kehidupannya.

Setiap tahun berpuasa dan menunaikan zakatnya, tapi tetap masih merasa tidak tenang dan bahagia dalam hidupnya. Sementara di luar sana, hamba-hamba yang selalu melibatkan Allah, meski terlihat sederhana, namun kaya dengan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Halaman
123
Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved