Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

MUTIARA RAMADAN

Mutiara Ramadan - Mengukur Standar Puasa Kita

Tidak cukup dengan model berpuasa sekedar menggugurkan kewajiban saja, dan hanya bisa menahan lapar, dahaga dan hubungan suami istri di siang hari.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Mutiara Ramadan - Mengukur Standar Puasa Kita 

Kedua, muraqabah (sikap merasa diawasi oleh Allah). Selain berpuasa atas dasar cinta kepada Allah, kita juga harus senantiasa merasa bahwa Allah mengetahui semua yang kita lakukan dimana saj kita berada.

Sikap ini akan menuntun kita untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap gerak langkah kita.

Ketika Allah sudah berhasil hadir dalam setiap aktivitas kita, maka tentunya keberkahan juga turut hadir didalamnya.

Betapa banyak ibadah-ibadah yang kita lakukan tidak memberi pengaruh apa-apa pada aspek lain dalam kehidupan kita, karena tidakmampuan kita menghadirkan Allah dalam pelaksaannya.
Banyak yang sudah bolak-balik tanah suci, tapi tetap merasa Allah masih jauh dari kehidupannya.

Setiap tahun berpuasa dan menunaikan zakatnya, tapi tetap masih merasa tidak tenang dan bahagia dalam hidupnya. Sementara di luar sana, hamba-hamba yang selalu melibatkan Allah, meski terlihat sederhana, namun kaya dengan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Ketiga, muhasabah (mengevaluasi diri). Setiap ramadan menjelang seharusnya kita juga terus mengevaluasi diri-diri kita.

Setiap akan memasuki ramadan, Rasulullah selalu berpesan dan mengingatkan bahwa “ diri kita ini tergadai oleh kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Maka kita diminta untuk menebusnya meski dengan bersedekah sebutir kurma.”

Ramadan harus kita jadikan peluang untuk memperbaiki diri, menambah koleksi-koleksi pahala kebaikan kita.

Karena kita menyadari, satu-satunya tujuan kita ‘mampir’ di tempat yang bernama dunia ini adalah untuk mengumpulkan bekal persiapan menghadap Allah SWT.

Beruntunglah setiap pribadi yang selalu merasa dirinya belum cukup amal sehingga terus berbuat kebaikan, serta terus berupaya memohon ampunan atas segala salah dan khilaf yang pernah dilakukan.

Mudah-mudahan dengan tiga hal di atas, yang kita lakukan di momentum puasa kita kali ini, kita betul-betul bisa menjadikan puasa ramadan sebagai kesempatan untuk bertransformasi menajdi pribadi-pribadi yang berkarakter muttaqin atau bertakwa kepada Allah SWT. Amin. (*)

Baca juga: Mutiara Ramadan - Muhasabah Diri Dalam Bulan Ramadhan

Baca juga: Mutiara Ramadan - Sekali Tarawih, Terus Tarawih

Baca juga: Mutiara Ramadan - Spirit Ramadan untuk Generasi Muda

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved