Breaking News:

MUTIARA RAMADAN

Mutiara Ramadan - Spirit Ramadan untuk Generasi Muda

Puasa tidak sekadar ibadah ritual, tidak juga sekadar menahan makan dan minum dan menahan dari segala hal/nafsu yang membatalkan puasa.

Istimewa
Saidina Usman El Quraisy (Wakil Ketua STAI Ahsanta Jambi/Wakil Sekretaris PW GP Ansor Provinsi Jambi) 

Saidina Usman El Quraisy
(Wakil Ketua STAI Ahsanta Jambi/Wakil Sekretaris PW GP Ansor Provinsi Jambi)

SATU di antara keutamaan umat Rasululllah SAW atas umat-umat yang lain, adalah diberikannya fasilitas berupa bulan suci Ramadan setiap tahun. Artinya, sekali dalam setahun kita diberikan peluang untuk dapat menghapus dosa-dosa, melipatgandakan pahala serta berbagai kebaikan yang hanya terdapat di bulan suci Ramadan.

Di antara yang membuat Ramadan menjadi bulan istimewa adalah ibadah puasanya. Puasa adalah ibadah yang berbeda dengan ibadah yang lain.

Puasa tidak sekadar ibadah ritual, tidak juga sekadar menahan makan dan minum dan menahan dari segala hal/nafsu yang membatalkan puasa.

Lebih dari itu, puasa juga ajang untuk melatih diri, sebuah proses latihan spiritual (spiritual excercise), sehingga akan dapat meningkatkan kualitas diri serta menjadi pribadi yang mencerahkan.

Puasa yang dilaksanakan dengan benar dan penuh keimanan akan dapat membuahkan kebaikan yang bisa dirasakan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi bagi orang lain, serta dapat menghindarkan kita dari sifat sifat buruk dan berbagai kemungkaran yang dapat merugikan orang lain.

Puasa yang bernilai tinggi di hadapan Allah adalah puasa yang dapat menjadikan diri kita menjadi orang yang disiplin, menghargai waktu (saat sahur dan buka), tanggung jawab dan merasa diawasi/jujur, puasa juga sebenarnya melatih kita untuk mampu mengendalikan diri (self direction), ini adalah sebagian karakter yang diharapkan tumbuh dalam setiap pribadi yang berpuasa di bulan Ramadan.

Bagi generasi muda, dengan karakter-karakter tersebut, kita bisa mengatur hari esok dan langkah kedepan terkait dengan apapun cita-cita dan impian yang sedang kita perjuangkan.

Memperhatikan hari esok berarti melakukan perencanaan-perencanaan hidup agar hidup terarah.

Perencanaan yang dimaksud tidak hanya perencanaan yang bersifat ukhrawi saja, namun perencanaan yang bersifat duniawi juga perlu dirancang.

Mari kita bersama sama mengencangkan ikat pinggang dengan melakukan efisiensi, menyibukkan diri dengan program yang berorientasi pada produktivitas, menumbuhkan sikap kemandirian dan membangun etos kerja tinggi untuk bisa meraih dan menjemput kesuksesan pada masa yang akan datang. (*)

Baca juga: Tradisi Unik Ramadan, Masjid Tertua di Jelutung Kota Jambi ini Masih Menjalankan Tradisi Tadarusan

Baca juga: Ternyata Begini Salat Tarawih Pertama di Masjid Cheng Hoo Jambi, 1 Ramadan 1442 H

Baca juga: Lokasi 5 Pasar Beduk di Kota Jambi Saat Ramadan 2021 Untuk Ngabuburit Sore Sambil Cari Takjil

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved