Breaking News:

Berita Batanghari

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batanghari Dominasi Kekerasan Seksual, Ini Wilayahnya

Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Batanghari terhitung dari Januari-Maret 2021 mencapai 10 kasus dan itu terbilang masih cukup

(Tribunjambi/A Musawira)
Najmi Ulyati Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Batanghari terhitung dari Januari-Maret 2021 mencapai 10 kasus dan itu terbilang masih cukup tinggi. 

Hal ini harus menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat. Kasus itu didominasi kekerasan seksual pada anak di bawah umur sebanyak 6 orang.

Hal ini disampaikan Najmi Ulyati Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batanghari, Rabu (21/4/2021).

Pada 2021 ini terhitung dari Januari-Maret 2021 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Batanghari pihaknya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Batanghari melalui Unit PPA.

“Kecamatan Batin XXIV dan Maro Sebo Ilir masing-masing satu kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur,” katanya.

Lanjutnya, di Kecamatan Muara Bulian dan Pemayung masing-masing satu kasus kekerasan fisik terhadap anak.

“Kita juga mendapatkan pelaporan atas perbutan anak dari Kecamatan Pemayung, setelah dilakukan mediasi dan beberapa kali melakukan pertemuan akhirnya kasus itu selesai,” ungkapnya.

“Di Kecamatan Bajubang yang paling dominan ditemukan kasus seksual, setidaknya ada 4 kasus dan satu kasus keterlibatan anak dalam kegiatan ilegal driling,” ujarnya.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian, masih ada dua kasus dalam proses penanganan.

Maka dari itu pihaknya selalu mencegah agar kekerasan ini tidak bertambah terus melakukan sosialisasi, penyuluhan, memberi imbauan kepada masyarakat terutama orang tua dan anak karena pelaku kekerasan ini adalah orang terdekat dari anak-anak itu.

"Tentunya Masyarakat Kabupaten Batanghari terlibat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat desa setiap kegiatan kita libatkan," pungkasnya.

Baca juga: Aurel Hermansyah Syok Bila Atta Halilintar Bangun Subuh-subuh, Akui Kewalahan Diminta Urusan Ranjang

Baca juga: Seorang Warga dan Satpol-PP Adu Argumen Soal Penertiban di Tepi Jalan Lintas Sumatera Sarolangun

Baca juga: Adu Kompak Sampai Viral Kapolsek dan Camat di Tebo Bermain Musik Untuk Hibur Masyarakat

Penulis: A Musawira
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved