Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penganiayaan Perawat

Perawat di RS Siloam Christina Ramauli Simatupang Memar dan Sakit Akibat Dianiaya Keluarga Pasien

Perawat RS Siloam Palembang, Christina Ramauli Simatupang, dianiaya keluarga satu pasien di rumah sakit itu.

Tayang:
Editor: Suang Sitanggang
kolase/tribunjambi.com
Perawat RS Siloam dianiaya keluarga pasien 

Mohon izin kepada masyarakat kota Palembang mengenai vidio yang sedang viral terjadi keributan di salah satu rumah sakit di kota palembang.

Orang yang menggunakan baju warna merah bukan anggota kepolisian.
Dedangkan di dalam Vidio tersebut terdengar suara "saya anggota polisi,"

Akun tersebut pun menjelaskan anggota polisi yang sebenarnya adalah lelaki yang berbaju abu-abu.

"Yang merupakan anggota kepolisian adalah yang menggunakan baju abu-abu dan celana pendek. Bapak tersebut mencoba menengahi permasalahan yang terjadi pada saat itu," tulisnya.

"Dikarenakan lokasi keributan berdekatan dengan kamar anggota polisi tersebut yang sedang menjaga istrinya lahiran, sehingga anggota polisi itu mencoba mendatangi lokasi keributan dan menengahi permasalahan yang terjadi," tambahnya.

Sementara terkait dengan kejadian ini, diakui sudah ada laporkan ke SPKT Polrestabes Palembang.

Baca juga: Perawat RS Siloam Palembang Dipukul dan Dijambak Keluarga Pasien, Begini Kronologi Penganiayaan

Baca juga: Harga Mitsubishi Xpander April 2021 - Dapat PPnBM Rp 18 Juta Ditambah Diskon dari Diler

HP Dirusak

Ardana, rekan Christina yang turut melaporkan pelaku menganiayaan itu, menceritaian kornologi kejadian.

Disebutkan, padaKamis (15/4/2021) siang di RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di lantai 6 di kamar pasien anak, ada keributan perawat dengan keluarga pasien.

Kemudian, ia merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15.

Namun saat merekam, JT merampas HP itu, lalu dibanting ke lantai hingga rusak.

"Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, tapi pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya," kata korban saat melapor.

Hp yang rusak akibat di banting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta.

"Saya minta keadilan dan melaporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," ungkap Ardana.

Semenatara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan sudah diterima laporan dari korban.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved