Breaking News:

Kompolnas Desak Dua Tersangka Penembak Anggota Laskar FPI Dipecat Jika Ini Terbukti

Kompolnas minta dua personel Polri tersangka penembak laskar Front Pembela Islam dipecat jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan di luar hukum.

KOMPAS.COM/FARIDA
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. 

Kompolnas Desak Dua Tersangka Penembakan Anggota Laskar FPI Dipecat Jika Ini Terbukti

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -Kompolnas minta dua personel Polri tersangka penembak laskar Front Pembela Islam (FPI) dipecat jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing.

"Jika nantinya terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dan telah divonis, maka mereka juga akan terancam sanksi pemecatan sebagai hukuman terberat dari pelanggaran etik," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Menurut Poengky jika terbukti pidananya, maka setidaknya kedua tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Nantinya, proses etik akan mengikuti proses pidana. Artinya, proses etik baru bisa diambil setelah ada keputusan berkekuatan hukum tetap di persidangan.

"Kedua orang tersebut selain harus menjalani proses pidana, juga akan menjalani proses pemeriksaan kode etik. Untuk sanksinya, baik yang proses pidana maupun proses etiknya masih harus menunggu persidangan," ujar dia.

Baca juga: Anggota Polisi Gagal Kencani Istri Orang, Gugup Saat Digerebek Warga Sampai Sembunyi di Kamar Mandi

Baca juga: Rizieq Shihab Ujian Desertasi dari Dalam Penjara, Begini Kata Aziz Yanuar yang Singgung Polri

Baca juga: Begini Kondisi Gadis SMA yang Ditemukan Bapaknya di Semarang Setelah Tiga Hari Hilang

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri akhirnya memutuskan menetapkan 3 personel Polda Metro Jaya menjadi tersangka dalam dugaan pembunuhan di luar hukum terhadap 6 orang laskar FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat saat mengawal Rizieq Shihab.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Kamis kemarin.

"Pada hari kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa KM 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," kata Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Karopenmas Divisi Humas Polri Bridgjen Rusdi Hartono.
Karopenmas Divisi Humas Polri Bridgjen Rusdi Hartono. (Kompas TV)

Kata Rusdi, satu orang tersangka berinisial EPZ diketahui telah meninggal dunia. Dengan kata lain, status hukumnya nantinya akan langsung digugurkan oleh penyidik.

"Akan tetapi ada satu terlapor inisial EPZ meninggal dunia berdasarkan 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan," katanya.

Atas dasar itu, pihaknya akan melanjutkan penyidikan sebagai tersangka terhadap dua personel Polri yang terlibat dalam kasus tersebut. Polri berjanji penyidikan akan dilakukan secara transparan.

"Jadi kelanjutannya terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa KM 50. Oleh karena itu pada rekan-rekan sekalian kita tunggu saja, tugas yang dilaksanakan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan dan akuntabel," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kompolnas Minta Dua Tersangka Penembak Laskar FPI Dipecat Jika Terbukti Bersalah.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved