Breaking News:

Rizieq Shihab Ujian Desertasi dari Dalam Penjara, Begini Kata Aziz Yanuar yang Singgung Polri

Di tengah kesibukannya menjalani masa tahanan sekaligus sidang atas kasusnya, Habib Rizieq Shihab dikabarkan telah mengikuti uji disertasi S3.

Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews.com/Jeprima
Muhammad Rizieq Shihab ditahan Polda Metro Jaya atas kasus kerumunan di Petamburan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Muhammad Rizieq Shihab mengikuti ujian desertasi S3 dari balik penjara.

Diketahui pendiri Front Pembela Islam itu tersandung kasus kerumunan di Petamburan dan kasus di RS Ummi Bogor.

Di tahanan, Habib Rizieq Shihab dikabarkan telah mengikuti uji disertasi S3 dan meraih gelar Phd.

Dari keterangan yang diberikan kuasa hukumnya Aziz Yanuar, gelar tersebut diraih dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Katanya Rizieq Shihab telah mengikuti ujian disertasi secara virtual pada Kamis (15/4/2021).

Judul penelitian Rizieq Shihab yakni Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu' Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

"Kami selaku kuasa hukum mengucapkan terima kasih atas segala dukungan indah dari segenap kerabat maupun sahabat yang selalu setia mendampingi dalam suka dan duka, hingga Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab selama ini selalu termotivasi untuk menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)," kata Aziz dalam siaran pers yang diterima, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Lama Bungkam, Bima Arya Akhirnya Ngakui Hal Ini Saat Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Baca juga: Begini Kondisi Gadis SMA yang Ditemukan Bapaknya di Semarang Setelah Tiga Hari Hilang

Aziz juga mengucapkan terima kasih kepada habaib dan ulama, para santri serta seluruh umat Islam yang telah mendukung Habib Rizieq menyelesaikan penelitiannya.

Juga, dikatakan Aziz, ucapan terima diucapkan kepada jajaran USIM Malaysia yang telah membimbing Habib Rizieq dalam merampungkan program doktoralnya.

Ucapan terima kasih jiga diberikan untuk Polri, Hakim, dan Kejaksaan.

Habib Rizieq Shihab (HRS) menyatakan bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menyeret dirinya adalah bentuk dari kejahatan politis dengan tujuan menghabisi dirinya.
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyatakan bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menyeret dirinya adalah bentuk dari kejahatan politis dengan tujuan menghabisi dirinya. (Danang Triatmojo/Tribunnews.com)

"Mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim dan Kejaksaan yang telah memberi kesempatan kepada Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab untuk mengikuti Ujian Disertasi Doktoralnya, sehingga tidak berbenturan dengan waktu persidangan," kata Aziz.

"Mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada POLRI dan Bareskrim POLRI yang dalam fungsi pelayanan dan pengayomannya membantu Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab dalam pemenuhan Hak Asasi Manusianya yang dijamin oleh Konstitusi sesuai amanat pasal 28C UUD 1945 dan Pasal 12 UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yakni Hak atas Akses Pendidikan, semoga POLRI dan Bareskrim POLRI dapat terus menjamin penegakan HAM di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Dalam Penjara, Rizieq Shihab Raih Gelar Phd dari Universiti Sains Islam Malaysia.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved