Breaking News:

EDITORIAL

Editorial - Jalan Baru Berantas PETI

Tambang ilegal ini marak terjadi di bagian hulu, mulai dari Tebo, Bungo, Sarolangun, dan Merangin. Eksploitasi lahan dan juga hutan mereka lakukan...

Tribun Jambi
Tribun Jambi Edisi 16 April 2021 

PENAMBANGAN emas tanpa izin (PETI) atau tambang emas ilegal, cukup masif di Provinsi Jambi. Tambang ini umumnya digerakkab oleh para pemodal, sebab biaya untuk bisnis ilegal ini tidaklah sedikit.

Tambang ilegal ini marak terjadi di bagian hulu, mulai dari Tebo, Bungo, Sarolangun, dan Merangin. Eksploitasi lahan dan juga hutan mereka lakukab besar-besaran. Ada sebagian juga di Kerinci dan Batanghari.

Kondisi ini sangat mengkhatirkan, sebab tutupan hutan kita yang tersisa sudah sedikit. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit menanggulanginya, semakin besar pula kerusakan ekosistem yang bakal terjadi.

Memberantas PETI ini memang bukanlah perkara mudah. Namun bukan berarti juga tidak bisa. Pola penanganannya yang perlu diperbaiki, serta membangun kesolidan dan konsistensi di semua level pemangku kebijakan.

Sidang kasus tambang emas ilegal yang kini sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Merangin bisa jadi pintu masuknya. Ada tiga terdakwa, yang merupakan orang penting dalam aktivitas PETI yang sedang. Pada sidang kemarin, mereka sudah buka bagaimana aktivitas ilegal itu berjalan.

Adapun tiga orang terdakwa itu adalah M Ikhsan (45) sebagai pemodal, dan Benny Noven (41) serta Ghufron (38) sebagai pemilik alat berat. Mereka bertiga kerja sama dengan warga lokal yang mengaku pemilik tanah, untuk mencari emas pakai ekskavator.

Pembagian hasil tambang pun mereka desain sedemikian rupa. Semua dapat persenan atas emas yang berhasil didapatkan, sesuai dengan perannya. Pemodal dan pemilik alat berat mendapat bagian terbesar, akumulasi 70 persen. Sisanya dibagi untuk pemilik tanah, operator, dan pekerja.

Skema ini sudah secara nyata memberikan gambaran betapa tambang emas ilegal ini hanya menguntungkan segelintir orang. Sementata sebagian besar lainnya akan mendapatkan potensi bencana atas ulah mereka. Cukup jelas tergambar bahwa tak banyak pemain inti dari bisnis ini.

Kita berharap aparat terkait bisa melihat kasus ini untuk penyelesaian masalah di lapangan. Menangkap pemodal dan pemilik alat berat jauh lebih efektif dalam pemberantasan PETI daripada razia dalam skala besar. Sangat efektif dan efisien.

Para pemain utama dalam bisnis ini perlu digarap segera, dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka perbuat. Kita yakin aparat di daerah ini, kepolisian dan kehutanan, bisa untuk melakukannya, dengan dukungan dari para pihak terkait, termasuk masyarakat. (*)

Baca juga: Editorial - Marhaban Ya Ramadan

Baca juga: Editorial - Larangan Mudik Harus Tegas

Baca juga: Editorial - Berani Mengungkap

Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved