Breaking News:

Berita Merangin

Warga Desa Tambang Baru Merangin Keluhkan Gas LPG Langka, Terpaksa Beli ke Desa Tetangga

Warga desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin keluhkan langkanya gas LPG 3 kilogram. 

Hasbi sabirin
Ilustrasi. Warga Desa Tambang Baru Merangin Keluhkan Gas LPG Langka, Terpaksa Beli ke Desa Tetangga 

Warga Desa Tambang Baru Merangin Keluhkan Gas LPG Langka, Terpaksa Beli ke Desa Tetangga

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Warga desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin keluhkan langkanya gas LPG 3 kilogram. 

Kelangkaan ini dikarenakan tidak adanya stok di pangkalan gas LPG desa Tambang Baru, Kecamatan  Tabir Lintas dalam satu minggu terakhir. 

Seperti yang dituturkan, Amin, warga Tambang Baru menyebutkan sudah hampir satu minggu menjelang bulan Ramadhan merasa kesulitan mencari gas di Desa Tambang Baru.

Bahkan jika ingin mendapatkan gas, maka warga harus membeli ke desa tetangga.

"Sudah satu minggu susah cari gas LPG, sekali ada mahal, tapi meskipun mahal kalau ada LPG terpaksa tetap di beli, soalnya kalau tidak di beli saya tidak bisa memasak. Apa lagi menghadapi ramadhan kami sangat membutuhkan gas LPG,” katanya, Selasa (13/4/2021).

Selain itu, ia sudah berupaya mencari gas ke pangkalan yang berada di Desa tambang Baru, namun sampai kelokasi tetap saja tak tersedia.

"Sulit nian, la seminggu. Keliling mulai dari pengecer sampai ke Pangkalan kosong. Kami jugo dak tau apa penyebabnya. Mau masak susah bang," tuturnya.

Ia sangat berharap kelangkaan ini cepat berlalu, dan bila memang di butuhkan pemerintah harus turun tangan dan mencarikan solusi dari kelangkaan gas LPG di Desa Tambang Baru tersebut.

Sementara Kadis Koperindag Kabupaten Merangin, M Ladani mengaku belum mendapatkan laporan dari warga jika adanya kelangkaan gas di Desa Tambang Baru.

"Seharusnya kalau hal seperti ini jangan sampai warga kengeluh dahulu. Kades wajib melaporkan hal ini kepada kita, apa lagi disana ada pangkalan. Nanti saya saya suruh Kasi pengawasan untuk mengecek permasalahan laporan itu, dan cek Kelokasi," ujar Ladani.

Ladani sangat menyayangkan adanya keluhan warga terkait pangkalan gas langka, apa lagi dalam kondisi memasuki bulan Ramadhan.

Guru dan Tenaga Pendidik di Tebo Dilarang Mudik Saat Libur Lebaran

Dua Staf Yang Bekerja di Rumah Dinas Wakil Bupati Sarolangun Positif Covid-19

Setelah Dipanggil Sekda, Sejumlah Dokter Spesialis di Muarojambi Sepakat Tak Ada Penambahan TPP

"Ini yang menjadi pertanyaan. Apa penyebabnya apakah jumlah gas yang masuk pangkalan itu kurang, kemudian apakah ada hal lain, karena ditempat lain gas aman saja, kok disana langka. Coba bantu tolong ditelusuri dindo apa penyebabnya,"singkat Ladani.

Sementara itu Kades Tambang Baru, Kupon saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telpon selulernya sedang tidak berada di kediamannya.

"Dakdo langka dak, kmaren saya baru beli dari pangkalan. Pak kades lagi pergi, Hpnya ketinggalan tadi," singkat Istri Kades sembari mematikan telpon selulernya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved