Breaking News:

Berita Muarojambi

Setelah Dipanggil Sekda, Sejumlah Dokter Spesialis di Muarojambi Sepakat Tak Ada Penambahan TPP

Kurang lebih 10 orang jumlah dokter spesialis yang bekerja di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi dipanggil tim pendisiplinan Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin

Setelah Dipanggil Sekda, Sejumlah Dokter Spesialis di Muarojambi Sepakat Tak Ada Penambahan TPP

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kurang lebih 10 orang jumlah dokter spesialis yang bekerja di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi dipanggil tim pendisiplinan Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

Pemanggilan itu bermula sejumlah dokter spesialis itu ancam mogok kerja beberapa waktu lalu, karena Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya terpotong dan mereka minta dinaikkan.

Pantauan Tribun, Selasa (13/4/2021) sejumlah dokter spesialis yang baru saja sudah dipanggil Sekda Muarojambi langsung meninggalkan ruang rapat dan tidak mau berkomentar saat ditanyakan alasan mereka ancam mogok kerja.

Sementara, Direktur RSUD Ahmad Ripin Muarojambi Dr Ilham mengatakan, pemangilan sejumlah dokter ini menindaklanjuti persoalan pelayanan di RSUD Ahmad Ripin, sekaligus bahas TPP dokter spesialis tersebut.

Kata dr Ilham, dari pertemuan itu, ada beberapa masukan dari peserta rapat, kedepan Pemerintah daerah maupun pihak RSUD ataupun dokter spesialis ikut memaksimalkan fasilitas dan semua pelayanan di RSUD.

"Ke depan kita akan tingkatkan fasilitas dan pelayanan, dari alat yang kurang berfungsi kedepan akan selalu ditingkatkan, kemudian sejumlah dokter spesialis itu hingga saat ini sudah masuk dan beraktivitas seperti biasanya," katanya, Selasa (13/4/21).

Buka Saat Ramadhan, Kasat Pol PP Merangin: Jika Melanggar Disanksi Hingga Pencopotan Izin Usaha

Jam Belajar SD dan SMP di Tebo Turut Dipersingkat Selama Bulan Ramadhan

Gunakan Teknologi Tepat Guna, UMKM Rempeyek Ilham Mampu Tingkatkan Produktivitas

Ia mengatakan, sejumlah dokter spesialis itu ingin minta TPP nya dinaikkan sudah mereka didiskusikan dan dijelaskan Sekda Muarojambi, kebijakan itu memang sesuai kemampuan keuangan daerah

"Pada intinya pada pertemuan itu mereka sudah saling terima dan saling paham, tidak mau melakukan penambahan. Ke depan kami juga sepakat akan selalu tingkatkan pelayanan dan ketertinggalan di RSUD itu dan bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah," pungkasnya.(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved