Mutiara Ramadan
Ramadan Adalah Perjumpaan
Mayoritas umat Islam pasti menolak informasi sembrono tersebut dan menolak tiga konsep mulia Islam dihubungkan dengan tindakan aniaya diri sendiri
Persaudaraan
Ajaran persaudaraan adalah ajaran azazi manusia.
Orang berpuasa terikat dalam persaudaraan sosial. Ramadan membuat semua orang yang berpuasa merasa lapar di tengah hari dan merasa kenikmatan buka pada ujung hari. Sama rasa.
Sahur bersama, puasa bersama, buka bersama, tadarus dan tarawih. Persaudaraan dalam kepatuhan kepada ajaran agama.
Pertikaian, permusuhan dan konflik mungkin terjadi di kalangan elit ekonomi, militer, politik dan mencuat serta tercatat sejarah. Namun, sejarah persaudaraan, sejarah persahabatan, dan cerita solidaritas lebih banyak lagi.
Baca juga: Banyak Jamaah Salat Tarawih di Masjid Al Sulthon Sarolangun Tak Bermasker, Ini Kata Wakil Bupati
Baca juga: Benarkah Tidur Orang yang Berpuasa Bernilai Ibadah? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Selasa 13 April 2021 Jambi
Baca juga: Hari Pertama Puasa, Aktivitas di Kantor Gubernur Jambi Berjalan Seperti Biasa, Ini Jam Kerja ASN
Terutama di kalangan rakyat biasa yang tidak terlibat dalam hiruk pikuk perdebatan kebijakan dan politik. Ramadan ini milik semua kelas sosial.
Ajakan persaudaraan dalam kepatuhan adalah untuk semua, rakyat biasa hingga warga negara utama. Titik bertemu bagi semua.
Hadis riwayat Imam al-Bukhari menyatakan bahwa dari Abdullah ibn Umar Radiyallahu‘anhuma, bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat”.
Sabda Nabi ini mengajarkan pentingnya persaudaraan dan solidaritas. Jika kita membantu orang, Allah akan bantu kita. Jika kita hilangkan susah orang, Allah hilangkan kesusahan kita.
Pada konteks itu pula, jika kita bantu kaum muda untuk menghadapi perubahan sosial masyarakat serta masalah hidup yang semakin kompleks, Allah mudahkan berbagai masalah generasi anak cucu kita kelak.
Solidaritas untuk Kaum Milenial
Kompleksitas masalah kaum muda hari ini adalah dimulainya transformasi sosial digital sehingga hilangnya sektor pekerjaan incumbent.
Diperkirakan 70 juta pekerjaan lenyap. Namun, sektor pekerjaan baru juga bermunculan seiring lahirnya berbagai start-up atau perusahaan rintisan berbasis teknologi digital, dan transformasi organisasi incumbent ke arah digitalisasi. Diperkirakan lebih dari 100 juta lapangan kerja baru yang melibatkan teknologi juga muncul.
Apa yang penting adalah usaha keras kaum muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada ini. Dan, segera harus dicatat juga, perkembangan teknologi tidak akan mengubah sifat utama yang menjadi kehormatan abadi manusia.
Kejujuran, integritas, ketepatan janji, kerendahan hati dan empati adalah nilai-nilai yang tidak akan lekang oleh waktu.
Orang tua harus merawat nilai-nilai itu, memberikan contohnya dan terus mewariskannya kepada kaum muda. Inilah bentuk solidaritas kepada mereka sekaligus menjaga keberlanjutan hidup umat manusia.
Sebaliknya, menolak dinamika teknologi dan menjauhkan diri dari nilai-nilai kehormatan dasar manusia itu, dapat berarti berputus asa. Keputus-asaan bukanlah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/arfan-aziz-msocsc-phd.jpg)