Breaking News:

Berita Kota Jambi

Redo Setiawan Terdakwa Kasus Korupsi Auditorium UIN Jambi Jalani Sidang Tuntutan Besok 

Redo Setiawan, terdakwa kasus korupsi pembangunan Gedung Auditorium UIN Sulthan Tahah Saifuddin Jambi akan menjalani sidang

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Dedy Nurdin
Redo Setiawan kembali menjalani sidang dalam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN jambi, Selasa (16/3/2021) di PN Tipikor Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Redo Setiawan, terdakwa kasus korupsi pembangunan Gedung Auditorium UIN Sulthan Tahah Saifuddin Jambi akan menjalani sidang tuntutan Selasa (6/4/2021) besok. 

Sesuai jadwal persidangan dimana pada agenda persidangan ke sembilan Selasa besok, Jaksa Penuntut Umum Kejati Jambi dan tim Jaksa Kejari Muaro Jambi akan membacakan tuntutannya terhadap terdakwa Redo Setiawan

Sam'un Muchlis, penasehat hukum Redo Setiawan mengatakan dalam persidangan sebelumnya terdakwa diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi meringankan oleh majelis hakim. 

"Tapi ternyata tidak jadi, karena tidak ada saksinya maka dilanjutkan dengan sidang tuntutan, agendanya Selasa besok," katanya dikonfirmasi. 

Redo merupakan satu dari lima tersangka yang ditetapkan penyidik Kejaksaan Negeri Muaro Jambi sebagai tersangka dalam proyek senilai 35 miliar rupiah. Anggaran pembangunan gedung Auditorium UIN Jambi ini bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. 

Namun dalam perjalanannya, proyek tersebut tidak selesai sebagai mana mestinya. Hasil uadit BPKP perwakilan Provinsi Jambi, ditemukan kerugian negara mencapai 12 miliar rupiah. 

Dalam proyek tersebut, Redo Setiawan merupakan Kuasa Direktur pelaksana pekerjaan dari PT Lambok Ulina (PT. Lamna). Redo di tahun 2019 lalu, Redo ditetapkan sebagai tersangka bersama Kristina dan Iskandar Zulkarnain. Ketiganya merupakan kuasa direktur. 

Dua terdakwa lainnya adalah John Simbolon selaku Direktur PT Lamna dan Hermantoni, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada proyek tersebut.

Kristina, Iskandar Zulkarnain, John Simbolon dan Hermantoni telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi dan di vonis bersalah. Namun beberapa orang diantaranya mengajukan kasasi. 

Sementara Redo Setiawan setelah ditetapkan sebagai tersangka masuk dalam daftar DPO karena tidak memenuhi penetapan sebagai tersangka. Redo ditangkap dalam persembunyiannya pada 25 November 2020 di Kota Bogor. (Dedy Nurdin)

Baca berita lain terkait Kasus Korupsi Auditorium UIN Jambi

Baca juga: Interaksi & Mobilitas yang Tinggi, Puluhan Pegawai Kejari Batanghari Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Baca juga: Analisis dan Potensi Pelanggaran dalam PSU Pilgub Jambi Tahun 2020

Baca juga: UPDATE Kematian Hakim Jamaluddin, Hukuman Mati Menanti Zuraida Hanum Setelah Kasasi Ditolak MA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved