Breaking News:

UPDATE Kematian Hakim Jamaluddin, Hukuman Mati Menanti Zuraida Hanum Setelah Kasasi Ditolak MA

Nasib Zuraida Hanum (istri Jamaluddin) semakin dekat dengan hukuman mati setelah permohonan kasasi ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Polda Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka atas kasus dugaan pembunuhan berencana seorang hakim PN Medan tersebut dan satu dari tiga tersangka itu merupakan istri korban yang menjadi otak pembunuhan dengan motif karena permasalahan rumah tangga. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNJAMBI.COM - Nasib Zuraida Hanum (istri Jamaluddin) semakin dekat dengan hukuman mati setelah permohonan kasasi ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Selain Zuraida Hanum, permohonan kasasi dua eksekutor pembunuhan tersebut yakni M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi juga ditolak.

"Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) NO (Niet Ontvankelijke Verklaard), kasasi terdakwa tolak," demikian bunyi amar putusan dalam website MA, Senin (5/4/2021).

Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah terkait pembunuhan hakim Jamaluddin dan telah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Pengadilan Tinggi (PT) Medan memutuskan vonis hukuman mati terhadap Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Pahlevi.

Sebelumnya, Hakim Ketua PN Medan, Erintuah Damanik juga menghukum Zuraida Hanum dengan pidana mati.

Sementara M Jefri Pratama alias Jepri pada awalnya divonis seumur hidup penjara. Sedangkan M Reza Fahlevi dihukum selama 20 tahun penjara.

Atas putusan hukuman itu itu, ketiganya mengajukan banding.

Namun, Reza Fahlevi dan Jefri Pratama akhirnya divonis lebih berat yakni hukuman mati oleh hakim Pengadilan Tinggi Medan, Senin (21/9/2020).

"Menyatakan Terdakwa M Reza Fahlevi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama' sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Reza Fahlevi oleh karena itu dengan pidana mati," putus majelis banding Ronius, S.H. yang dilansir website resmi banding.mahkamaagung.go.id.

Halaman
123
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved