Pengemudi Fortuner Koboi Punya KTA Ilegal Mirip Zakiah Aini, Pelaku Diamankan Polisi di Parkiran Mal

Fakta kedua, pihak Kepolisian menyebut pengemudi Fortuner memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin palsu atau ilegal.

Editor: Rohmayana
ist
Pengendara Fortuner mengeluarkan sebuah pistol saat dimintai pertanggungjawabannya dan mengarahkan ke arah orang yang membantu pengendara motor. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - MFA, pengemudi Fortuner arogan sudah ditangkap polisi di parkiran mal, Jumat (2/4/2021).

Kini aksi koboi yang mengendarai mobil Fortuner tersebut harus mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Misalnya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Dirinya menegaskan fungsi senjata api untuk membela diri, bukan untuk jadi bang jago ataupun Gagah-gagahan.

Hal ini disampaikan Bambang Soesatyo lewat instagramnya @bambang.soesatyo pada Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Mobil Tabrak Barikade Gedung Capitol, Kepolisian Amerika Sebut Tidak Ada Kaitannya dengan Terorisme

Dalam postingannya, Bamsoet memaparkan sejumlah fakta terkait aksi koboi pengemudi Fortuner.

Pertama, pistol yang diumbar pengemudi Fortuner sesaat melanggar lalu lintas hingga menabrak seorang pengendara sepeda motor perempuan diketahui hanya berupa airsoft gun atau pistol angin.

Fakta kedua, pihak Kepolisian menyebut pengemudi Fortuner memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin palsu atau ilegal.

Kartu yang belakangan diketahui dimiliki oleh Zakiah Aini, penyerang Bareskrim Mabes Polri yang ditembak mati pada Rabu (31/3/2021) lalu.

"Pihak berwajib benar, sebab Kalau pemilik senjata api asli harus ada ijin khusus kepemilikannya. Untuk kepentingan Olahraga (hanya boleh dipergunakan di lapangan tembak) dan untuk beladiri dengan kaliber 32 atau 22," tulis Bamsoet.

Baca juga: Pengakuan Pria Selingkuh dengan Wanita Lain: Belum 40 Hari Setelah Istri Melahirkan Lama Menunggunya

Indonesia ditegaskannya berbeda dengan Amerika ataupun negara lainnya yang mengizinkan perdagangan dan kepemilikan senjata api secara terbuka.

Sebab, lanjutnya, Perkap 18 Tahun 2015 secara ketat mengatur siapa saja yang diperbolehkan memiliki dan menggunakan senjata api izin khusus bela diri.

Dalam Perkap pun diatur beberapa profesi yang bisa mengajukan izin memiliki senjata api.

Antara lain pemilik perusahaan, PNS/ Pegawai BUMN golongan IV-A/setara, Polri/TNI berpangkat minimal komisaris/ mayor.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved