Breaking News:

Berita Kriminal

3 Warga Jambi Ditangkap Tim Gabungan Karena Jual Gading Gajah dan Harimau Sumatera Ratusan Juta

3 warga Jambi, yakni AW, Hl dan JAG, diringkus tim gabungan Ditreskrimsus Polda Jambi dan Gakkum LHK Wilayah Sumatera.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
tribunjambi/aryo tondang
Ditreskrimsus Polda Jambi dan tim dari Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera saat melakukan pers rilis. Tiga Warga Jambi Ditangkap Tim Gabungan Karena Jual Gading Gajah dan Harimau Sumatera Ratusan Juta 

3 Warga Jambi Ditangkap Tim Gabungan Karena Jual Gading Gajah dan Harimau Sumatera Ratusan Juta

Laporan Wartawan Tribun Jambi Aryo Tondang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 3 warga Jambi, yakni AW, Hl dan JAG, diringkus tim gabungan Ditreskrimsus Polda Jambi dan Gakkum LHK Wilayah Sumatera.

Mereka ditangkap lantaran terlibat dalam penjualan Offset harimau sumatera dan dua gading gajah sumatera.

Ketiganya diringkus di dua lokasi dan waktu yang berbeda, AW (55) penjual offset harimau sumatera diringkus di wilayah Jalan Lintas Sumatera, KM 3, RT 36,  Kelurahan Mensawang, Bangko, Merangin, Jambi, pada Selasa (23/3/2021).

Kepada penyidik, AW mengaku akan menjual offset harimau tersebut senilai Rp 150 juta.

Sedangkan pelaku penjual dua gading gajah sumatera, yakni, HL(53) dan JAG (31) berhasil diamankan di Jalan Lintas Jambi Bungo Desa Manggis, Batin III, Bungo, Jambi, Rabu (24/3/2021), keduanya mengaku akan menjual gading tersebut senilai Rp 60 juta.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, pasca mengamankan ketiga pelaku, pihaknya masih melakukan pengembangan, terkait pemilik offset harimau sumatera dan gading gajah sumatera tersebut.

Katanya, tiga orang yang diamankan tersebut merupakan perantara, dari pemilik offset terhadap calon pembeli.

"Kita masih dalami, mau kemana dan milik siapa. Ketiga ini berperan sebagai perantara," kata Sigit, Selasa (30/3/2021) siang.

Sementara itu, Kepala Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Eduward Hutapea mengatakan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.  

Ia menjelaskan, jenis satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae ), Gajah Sumatera(Elephas Maximus sumatranus) dilindungi Undang-undang dan menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) lembaga PBB yang menangani konservasi alam, mengkategorikan kedua satwa tersebut sebagai satwa terancam punah (Critically endangered/CR) dan CITES.

BREAKING NEWS Cek Man Parlagutan dan Tadjuddin Hasan Dihukum 4 Tahun Penjara Kasus Suap Ketok Palu

Kronologi Ditangkapnya Pelaku Perdagangan Ilegal Satwa Dilindungi di Jambi

130 Hektare Lahan Tiga Kecamatan di Merangin Terkena Dampak Aktivitas PETI

Menurutnya, lembaga yang mengatur perdagangan tumbuhan dan satwa internasional juga mengategorikan harimau sumatera dan gajah sumatera sebagai Appendix I tidak boleh diperdagangkan secara bebas.

"Kita ucapkan terimakasih kepada masyarakat, serta Polda Jambi terkait pengungkapan ini, mari tetap berbuat agar hewan ini tidak punah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved