Smart Mom
Smart Mom Maya Lovia Neta Berikan Pengetahuan dengan Cara Menarik Soal Protokol Kesehatan ke Anak
Setelah hampir setahun pembelajaran dilaksanakan secara online, pada bulan Maret 2021 pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan diperbolehkan pembelajar
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akibat pandemi Covid-19, tahun 2020 lalu pembelajaran dilaksanakan secara online bagi seluruh pelajar, upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.
Setelah hampir setahun pembelajaran dilaksanakan secara online, pada bulan Maret 2021 pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan diperbolehkan pembelajaran tatap muka.
Dan pada bulan Maret 2021, sekolah di Jambi sudah mulai diterapkan pembelajaran tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku dengan ketat.
Baca juga: Polisi Kejar Pelaku Aksi Tawuran di Batanghari, Identitas Pemuda Sudah Dikantongi
Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini 27 Maret 2021 Minyak Goreng 2L Rp 26.200 Diapers Rp 33.900 Margarin Rp 3.900
Baca juga: Sebelum Studi Tiru, Wabup Mashuri Bekali Kades dan BPD, Ini Harapannya
Pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan di susul oleh perguruan tinggi di Jambi.
Di situasi seperti ini tanggapan dan reaksi masyarakat beragam, tidak sedikit juga yang merasakan kereshaan-keresahan dan berfikir berlebihan, terutama anaknya yang amsih duduk di bangku TK ataupun SD.
Peran orang tua sangat penting dan lebih ekstra dalam menjaga kondisi anak untuk tetap dalam kondisi fit dan imun yang baik.
Menurut smart mom Maya Lovia Neta Am.Keb (40), dalam situasi seperti ini ketika anak-anak sudah mulai sekolah tatap muka ditengah pandemi, peran orang tua terutama peran ibu sangat penting, anaknya M Faris Prayoga (7) yang bersekolah di SDN 64 Kota Jambi kelas 1.
"Anak yang seusia Faris, dimana belum mengerti apa itu bahaya wabah pandemi covid-19, belum lagi di usia ini anak-anak sangat sulit diberi pengertian tentang penting nya menjaga protokol kesehatan peran orang tua harus lebih ekstra," jelasnya.
Selain itu anak-anak seusia Faris, lagi senang bermain dan hampir 1 tahun tidak bertemu dengan teman sekelas nya, yang membuat anak-anak semakin tidak memperdulikan protokol kesehatan.
"Di usia ini tentu saja yang anak-anak tahu hanya bermain dan bermain, belum lagi saat masuk sekolah mereka bertemu dengan teman-teman nya yang sudah lama tidak berjumpa akibat sekolah online," tambahnya.
Peran orang tua dan peran utama ibu di rumah ialah memastikan anak makan tepat waktu dan memiliki istirahat yang cukup, selain itu menjaga mood anak untuk tetap stabil juga sangat penting.
"Sebagai orang tua, saya memastikan anak saya tidur tepat waktu, makan tepat waktu, sarapan sebelum pergi sekolah dan rutin minum vitamin, membuatnya selalu bahagia dan juga sebisa mungkin menjaga mood anak agar tetap stabil," lanjutnya.
"Selain itu, orang tua juga harus tetap dan terus memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan kepada anak dengan cara yang lebih menarik dan dapat di mengerti oleh anak," tegasnya.
Saat anak pulang sekolah, baju sekolah yang dipakai anak juga harus segera di cuci, dan menerapkan protokol kesehatan lainnya yang berlaku di rumah.
"Ketika tiba dirumah, anak harus segera mengganti baju, cuci tangan dan cuci muka, baru boleh bersantai maupun istirahat" ucapnya.