30 Lebih Pasien ODGJ ini Dinyatakan Sembuh, Namun tak Kunjung Dijemput Keluarga

Ia mengatakan, keluarga pasien seakan lupa padahal merekalah yang mengantarkan pasien ke rumah sakit. Ada yang ketika dihubungi ternyata sudah pindah

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ist
Ilustrasi Gangguan Jiwa 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 30 orang lebih pasien ODGJ yang sudah dinyatakan sembuh belum dijemput oleh keluarganya

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur RSJ Prof M Ildrem, dr Lisni Elysah.

Ia mengatakan, keluarga pasien seakan lupa padahal merekalah yang mengantarkan pasien ke rumah sakit. Ada yang ketika dihubungi ternyata sudah pindah rumah dan tidak memberi kabar.

Baca juga: Terima PLTB untuk 25 Hektare Wabup Merangin Harapkan Berkelanjutan

Baca juga: BREAKING NEWS 80 Sapi Bali di Air Hitam Sarolangun Terpapar Virus Jembrana, 45 Mati Bangkai

Baca juga: Sambut Ramadhan 2021 Ini Dia Tips dan Trik Simpel Menggunakan Hijab Sesuai Bentuk Wajah

"Ini dilema bagi dan kejadian seperti ini kerap berulang," ucapnya di RSJ Prof M Ildrem, Jalan Tali Air, Medan Tuntungan, Kota Medan, Kamis (25/3/2021).

Para pasien yang sudah dinyatakan sembuh ini perlu dirawat dengan manusiawi dan sebaiknya tidak berada di kawasan rumah sakit ini lagi.

Dr Lisni mengatakan, penghuni yang dinyatakan telah sembuh cenderung menjadi histeris jika berinteraksi dengan pasien yang masih berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Banyak juga yang bertanya kapan mereka dijemput pulang.

"Jadi, kata-kata yang keluar dari mereka itu, ‘Kapan saya pulang, dokter? Saya kan sudah sehat,’" ujarnya.

RSJ Prof M Ildrem sudah mencari keberadaan keluarga para pasien yang telah dinyatakan sembuh.

"Namun hasilnya nihil. Nomor handphone yang diberikan tidak aktif atau tidak bisa dihubungi. Jadi untuk menemukan keluarga pasien ini, kami juga membentuk tim khusus," ucapnya.

Rata-rata pasien ODGJ yang masuk ke RSJ memerlukan waktu satu bulan untuk perawatan sebelum akhirnya bisa dibawa pulang. Setelah itu, perawatan dilanjutkan di rumah dengan mengkonsumsi obat dari dokter.

Kenyataannya, banyak pasien yang tidak dijemput kembali oleh familinya.

"Kalau alasannya, kami tidak tahu ya! Jadi kami mohon perhatian dan kerjasamanya agar yang memiliki keluarga di sini, segera dijemput. Ini juga agar bisa bergantian dengan pasien yang akan dirawat disini," tuturnya.

Ajarkan Keterampilan

Dr Lisni Elysah mengatakan, RS Prof Ildrem mengajarkan berbagai keterampilan bagi sejumlah pasien yang sudah mulai sembuh.

Adapun keterampilan yang diajarkan kepada para pasien tersebut seperti membuat konektor masker dan gantungan masker berbahan manik-manik. Sebagian pasien juga sudah bisa membuat sabun cuci piring, berkebun, dan membuat pupuk organik yang terbuat dari limbah dapur rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved