Breaking News:

Liputan Khusus

Tidak Semua Bisa Rehabilitasi Narkoba, Ini Syaratnya

Koordinator Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Jambi, Drg Mario Leonid Supusepa, memaparkan siapa saja yang bisa rehabilitasi

Musawira
BNNK Batanghari berhasil menyita barang bukti sebanyak 34 paket narkotika jenis sabu-sabu dari tangan pelaku inisial H. 

Koordinator Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Jambi, Drg Mario Leonid Supusepa, memaparkan siapa saja yang bisa rehabilitasi

TRIBUNJAMBI.COM -  DARI presentase usia, Bidang Rehabilitasi BNNP Jambi mencatat kelompok paling rentan sebagai pengguna narkotika yakni usia 21-30 tahun.

Tercatat, pada 2019, dari 265 orang pengguna 154 orang di antaranya berusia 21-30 tahun.

Kemudian pada 2020, dari 246 pengguna 112 di antaranya berusia 21-30 tahun.

Sementara untuk usia 10-20 tahun, pada 2019 terdapat 17 pengguna dan pada 2020 terdapat 23 pengguna.

Koordinator Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Jambi, Drg Mario Leonid Supusepa, memaparkan siapa saja yang bisa melakukan rehabilitasi narkoba.

"Yang boleh diputuskan untuk dilakukan rehabilitasi berdasarkan  Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 04/2010 tentang Penetapan Penyalahgunaan Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial, yakni terdakwa pada saat ditangkap oleh Penyidik Polri dan Penyidik BNN dalam kondisi tertangkap tangan," kata Mario Leonid Supusepa, Rabu (24/3).

Dia mengatakan terdakwa hanya boleh diputuskan hakim untuk dilakukan rehabilitasi, jika pada saat tertangkap oleh penyidik hanya ditemukan barang bukti pemakaian satu hari.

Barang bukti itu berupa kelompok metaphetamine atau sabu-sabu sebanyak 1 gram, kelompok MDMA (ekstasi) 2,4 gram atau 8 butir, kelompok heroin sebanyak 1,8 gram kelompok kokain sebanyak 1,8 gram, kelompok ganja 5 gram.

Kemudian, untuk kelompok daun koka sebanyak 5 gram, meskalin 5 gram, kelompok psilosybin 3 gram, kelompok LSD (d-lysergicacid diethylamide) 2 gram, kelompok PCP (phencyclidine) 3 gram.

Baca juga: Seluk-beluk Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Jambi dari PNS hingga Anak dan Remaja

Baca juga: 10 Orang Tewas Saat Kebakaran Rumah di Matraman, Polisi Sebut Saat Kejadian Korban Tertidur Pulas

Baca juga: Wawako Maulana Apresiasi Tagana Kota Jambi yang Semakin Siaga pada HUT ke-17

Baca juga: VIDEO UMKM Aneka Kuliner Vira, Hadirkan Siomay dengan Sensasi Segar

Sementara itu, untuk kelompok fentanil sebanyak 1 gram, kelompok metadon 0,5 gram, kelompok morfin 1,8 gram, kelompok petidin 0,96 gram, kelompok kodein 72 gram, dan kelompok bufrenorfin 32 gram.

"Di atas ketentuan itu, tidak bisa diputuskan oleh hakim untuk rehab," kata Mario.

Selain itu, dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) tersebut disebutkan bahwa penetapan rehabilitasi juga wajib memiliki surat uji laboratorium positif menggunakan narkotik berdasarkan permintaan penyidik.

Kemudian, Surat Keterangan dari dokter jiwa psikiater pemerintah yang ditunjuk oleh hakim, tidak terdapat bukti bahwa yang bersangkutan terlibat dalam peredaran gelap narkotika. (car)

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved