Berita Tanjabtim

Selain Terkendala Masalah Alumni, Disnakertrans dan BLK Tanjabtim Juga Kekurangan Instruktur Teknis

Balai latihan kerja (BLK) yang dimiliki Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sejatinya didirikan untuk dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk dapat memp

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Disnakertrans Tanjabtim, Mariontoni 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Selain terkendala lanjutan bagi para alumni, Disnakertrans dan BLK Tanjabtim juga kekurangan instruktur teknis yang terpaksa mendatangkan dari luar.

Balai latihan kerja (BLK) yang dimiliki Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sejatinya didirikan untuk dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk dapat memperoleh keterampilan dan skil sesuai keinginan.

Hanya saja, masih banyak problem yang mengiringi niatan tersebut, selain persoalan alumni, persoalan sarpras, hingga kekurangan tenaga teknis juga menjadi problem.

Baca juga: Pasca Pelatihan, Alumni BLK Tanjabtim Terkendala Pemasaran Produk hingga Keterbatasan Modal

Baca juga: Berkeliaran di Pasar Sengeti, Tujuh Anak Punk Ditangkap Satpol PP Muarojambi

Baca juga: Aktivitas PETI di Bungo, Mahasiswa Tuding Penegak Hukum Bermain dan Beri Kartu Merah ke Pemerintah

Kepala Disnakertrans Tanjabtim, Mariontoni mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi Disnakertrans dan BLK Tanjabtim dalam hal ini, mulai dari terbatasnya instruktur tehnis, sehingga pihaknya harus bekerjasama dengan instruktur dari luar daerah.

Kemudian pihaknya terkendala dengan terbatasnya sarana dan prasarana, seperti gedung tempat pelatihan dan alat dukung.

"Jadi saat pelatihan kita harus mengatur jadwal secara bergantian, tidak bisa bersamaan," ujarnya, Senin (22/3/2021).

"Kalau peluang untuk mendapatkan peralatan dari Pusat itu sangat besar. Namun dengan catatan, kita harus memiliki gedung satu pelatihan satu gedung, dan di Pusat itu tidak ada bantuan pembangunan gedung, sehingga Pemda yang diminta untuk membangun gedung," terangnya.

Untuk diketahui, terhitung sejak tahun 2017 silam, lebih kurang ada sebanyak 1.700 orang yang telah dilatih BLK Kabupaten Tanjabtim.

Pelatihan yang diberikan, seperti menjahit, pengelolaan hasil pertanian dan perikanan, komputer, teknisi, bengkel, servis AC, pembuatan kue, las dan lain-lain. Untuk sumber dana untuk pelatihan tersebut, dari APBN maupun APBD Kabupaten Tanjabtim.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved