Berita Tanjabtim

Pasca Pelatihan, Alumni BLK Tanjabtim Terkendala Pemasaran Produk hingga Keterbatasan Modal

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), setiap tahunnya membuka pelatihan untuk meningkatkan ko

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Disnakertrans Tanjabtim, Mariontoni 

TRIBUNJAMBI.COM MUARA SABAK - Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjabtim sudah melahirkan banyak alumni dari berbagai generasi, Disnakertrans akui banyak para alumni mentok dan temukan beragam kendala. Senin (22/3)

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), setiap tahunnya membuka pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat yang diselenggarakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Namun, sejak dimulainya pelatihan pada tahun 2017 silam, Disnakertrans dan BLK Tanjabtim mengalami beberapa kendala. Salah satunya terkait dengan pemberdayaan dan pemanfaatan alumni BLK pasca pelatihan.

Baca juga: Berkeliaran di Pasar Sengeti, Tujuh Anak Punk Ditangkap Satpol PP Muarojambi

Baca juga: PTPN VI Bantu 3 Unit Laptop pada SMPN 26 Tanjung Jabung Timur

Baca juga: Persib Bandung Bawa 23 Pemain ke Piala Menpora Termasuk Farshad Noor dan Ezra Walian

"Pasalnya, banyak alumni BLK tidak dapat mengembangkan bakatnya dikarenakan terkendala dengan pemasaran produk hingga keterbatasan modal," ujar Kepala Disnakertrans Tanjabtim, Mariontoni.

Dirinya mencontohkan, untuk pelatihan pembuatan kue, alumni BLK bisa dimanfaatkan untuk pemesanan kue.

Kemudian servis AC juga, banyak alumni kita diberikan pelatihan terkait itu namun sebagian dari mereka masih banyak yang belum bisa merasakan hasil dari kemampuan mereka tersebut.

"Kan para OPD bisa memanfaatkannya, rata-rata kantor memakai AC semua, jadi tidak perlu jauh-jauh memanggil tukang servis dari luar daerah," ujarnya.

Dirinya berharap peran serta dari lintas sektoral antar OPD sangat lah penting. Artinya, masyarakat yang sudah dilatih keterampilan dan kemampuannya di BLK bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, mereka ada jaminan bisa memasarkan produknya maupun jasanya.

"Intinya, itu demi kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan SDM yang ada untuk peningkatan perekonomian. Jadi jaminan untuk mengembangkan usaha mereka itu ada," tandasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved