Sengketa Pilgub Jambi 2020

MK Putuskan PSU di Pilgub Jambi, Al Haris Nilai Ada Materi yang Diragukan Keabsahannya

Mahkamah Konstitusi putuskan PSU di lima kabupaten untuk Pilgub Jambi, Al Haris nilai KPU tidak mampu menjelaskan dan membantah dalil pemohon. 

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/darwin sijabat
Al Haris 


TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Mahkamah Konstitusi putuskan PSU di lima kabupaten untuk Pilgub Jambi, Al Haris nilai KPU tidak mampu menjelaskan dan membantah dalil pemohon. 

Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia memutuskan Pemungutan Suara Ulang untuk 88 tempat Pemungutan Suara (TPS) di lima kabupaten dalam Provinsi Jambi. 

Kelima kabupaten tersebut yakni Muaro Jambi, Batanghari, Kerinci, Sungai Penuh, dan Tanjung Jabung Timur. 

Diambilnya keputusan tersebut menurut Al Haris, Calon Gubernur nomor urut 03 telah dipelajari oleh MK secara seksama poin poin dan dalil yang diajukan pemohon dan fakta persidangan. 

Meski pemohon tidak menggugat pasangan yang sebelumnya telah ditetapkan KPU Provinsi Jambi tetap berkaitan dengannya sebab mereka adalah pihak terkait. 

"Mungkin KPU tidak mampu untuk menjelaskan, membantah dalil pemohon tadi bahwa di Jambi terdapat banyak orang yang dianggap meragukan hakim MK terkait keabsahan pemilihan," katanya, Senin (22/3/2021) malam.

Meski demikian, dia mengajak agar berpikir positif dengan hasil MK dan tidak boleh berburuk sangka dengan siapa pun.

Sebab hal itu adalah dinamika harus dilalui masyarakat Provinsi Jambi.

Baginya, itu model baru perpolitikan di Jambi agar semuanya dipersiapkan dengan baik, seperti pengawasan, penyelenggaraannya dan calon harus mematuhi semua aturan. 

"Tidak boleh berpikir negatif kepada siapapun, tidak boleh berburuk sangka kepada siapa pun. Kita harus berpikir positif bahwa ini adalah proses yang harus dilalui," pintanya.

Dengan demikian rakyat Jambi melalui PSU ini akan memilih pemimpin secara bersih dan meminta menghormati keputusan serta mengikuti tahapan selanjutnya dengan baik.

Terlihat sangat tabah, Al Haris mengaku hal itu berkaitan dengan mengurus umat, bukan untuk menjadi penguasa. Maka menurutnya mengurus umat dan orang banyak adalah jihad.

"Saya tidak beban, bagi saya tidak ada beban kok. Yang penting adalah Jambi ini, rakyatnya bersama sama membangun Jambi secara akur," ucapnya. 

"Jangan jadikan politik PSU ini jadi perpecahan kita semua, jangan. Saya tidak mau pecah. Saya mau jadi GubernurJambi untuk membangun Jambi bukan merusak Jambi," pintanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved