Breaking News:

Berita Daerah

Toni Resah Warga Terus Memanen Sawit Sementara Lahan Masih Berpolemik

Lahan perkebunan sawit milik PT Kumpe Karya Lestari (KKL) bersengketa dengan masyarakat Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Hasbi Sabirin
Pengusaha Sawit yang merasa merugi ketika buah sawit miliknya dicuri sekelompok orang. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Lahan perkebunan sawit milik PT Kumpe Karya Lestari (KKL) bersengketa dengan masyarakat Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Sementara sekelompok warga di masih terus melakukan pemanenan buah.
Konflik lahan antara PT KKL dengan warga Desa Tarikan masih belum menemukan titik terang, meskipun sudah dimediasi pihak Forkopimda Kabupaten Muarojambi. Hal itu membuat sebelah pihak yang mengklaim itu lahan miliknya risih. Sebab ada sekelompok warga yang terus melakukan pemanenan sawit yang diklaim miliknya.
Antoni Alexander pemilik perkebunan sawit itu, mengklaim lahan yang berada di desa tarikan itu resmi dibelinya dari Junus dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 176 pada 12 November 2007 lalu dengan luas lahan 46.955 Ha dan dari Epi dengan luas 48. 271 Ha dengan akta jual beli nomor 1319 pada 14 November 2012 lalu.
Hari ini pihak perusahaan resmi mengadukan pencurian buah sawit dilahan miliknya ke Mapolres Muarojambi. Sekaligus menindaklanjuti penyelesaian sangketa Tanah Objek Landreform (TOL) dalam rapat koordinasi dan mediasi yang dilakukan nya bersama Forkopimda pada tanggal 4 Maret 2021 lalu di Polres Muarojambi.
Dalam rapat dan mediasi saat itu, diberikan waktu 2 minggu untuk mensosialisasikannya dan menghimbau kepada masyarakat yang menduduki lahan itu agar mematuhi peraturan perundang undangan.
Dan tidak boleh melakukan pemanenan buah sawit di lahan SK TOL itu sebelum sangketa ini selesai ditangani oleh tim terpadu penyelesaian konflik Kabupaten Muarojambi.
"Kami sebagai pemilik perusahaan sangat sulit masuk ke area perkebunan milik kami, karena jalan disana diportal dan jembatan diputus oleh warga disana dan mereka terus melakukan pencurian terhadap buah sawit kami,"kata Antoni, Rabu (17/3).
Antoni Alexander yang mengklaim sebagai pemilik lahan tersebut tidak bisa lagi memanfaatkan lahan tersebut dengan melakukan pemanenan kelapa sawit yang sudah ada sejak ia beli hingga sekarang.
Ia juga mengatakan, saat ini kegiatan pencurian yang dilakukan oleh sekelompok orang di lahan tersebut semakin menjadi jadi dan pihak perusahaan merasa dirugikan.
Kami berharap pengaduannya ke Mapolres Muarojambi permasalahan ini agar dapat ditangani oleh Kapolres Muarojambi,"tuturnya. (cbi)

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved