VAKSIN Nusantara Pertama di Dunia Dikritik Presiden Jokowi hingga Ditinggalkan Tim Peneliti UGM
- Vaksin Nusantara menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya Presiden Joko Widodo.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-- Vaksin Nusantara menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya Presiden Joko Widodo.
Jokowi ikut menanggapi polemik ini. Presiden Joko Widodo mengatakan, untuk menghasilkan vaksin yang aman dan bermutu harus melalui kaidah saintifik atau keilmuan yang berlaku.
Kaidah-kaidah yang dimaksud salah satunya tentang uji klinis vaksin yang sesuai prosedur, terbuka, transparan serta melibatkan banyak ahli.
Menurut kepala negara, hal itu penting dilakukan untuk menegaskan proses pembuatan vaksin yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Persyaratan dan tahapan ini penting dilakukan untuk membuktikan bahwa proses pembuatan vaksin sangat mengedepankan unsur kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," jelas Jokowi, Jumat.
"Sehingga vaksin yang dihasilkan aman dan efektif penggunaannya," tegasnya.
Presiden menambahkan, apabila semua tahapan sudah dilalui, pemerintah akan mempercepat produksi untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di dalam negeri.
Baca juga: Setelah Vaksin Covid-19, 1 Lansia Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Kadinkes Banyumas, Ternyata
Tanggapan Kepala BPOM
Vaksin Nusantara yang diklaim menggunakan teknik pertama di dunia mendapat kritik sejumlah pihak.
Kepala BPOM Penny Lukito hingga Presiden Joko Widodo mengingatkan pengembangan Vaksin Nusantara yang dipimpin mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti kaidah saintifik.
Di samping itu, Penny Lukito juga mengingatkan agar pengembangan Vaksin Nusantara tetap mengedepankan kaidah etika penelitian medis.
Persoalan pengembangan Vaksin Nusantara yang akan memasuki uji klinis fase III ini juga telah dibahas di DPR.
"Untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu, mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik," ujar Presiden Joko Widodo.
Sementara Penny menilah, prosedur penelitian Vaksin Nusantara tidak lumrah.
"Komite etik dari RSPAD Gatot Subroto, tapi pelaksanaan penelitian ada di RS dr Kariadi," kata Penny, Rabu.