Berita Sarolangun
Gelar Simulasi Pencegahan Karhutla, Dandim Sarko Berharap Kasus Kebakaran Tahun Ini Menurun
Dandim Sarko Letkol Inf Tomy Radya Lubis menyampaikan, hal tersebut sangat positif guna penyiapan diri baik personil maupun materiil untuk menjaga dan
Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Satgas Karhutla Sarolangun melakukan simulasi pencegahan karhutla.
Dandim Sarko Letkol Inf Tomy Radya Lubis menyampaikan, hal tersebut sangat positif guna penyiapan diri baik personil maupun materiil untuk menjaga dan mengantisipasi.
Jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam hal terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Bertajuk Mutualan, Brand Lokal Jambi Guzzler Indonesia dan Cordey Leather Launching Produk Baru
Baca juga: Denpom II/2 Jambi Amankan Pelaku dan 20 Ton BBM Ilegal Siap Kirim ke Sumatera Selatan
Baca juga: Grup Iz*One Akan Bubar pada April, Miyawaki Sakura akan Bergabung dengan Big Hit Entertainment
"Seperti apa yang telah disampaikan Wakil Bupati dalam sambutan tadi bahwa yang namanya bencana itu kita semua tidak menghendaki."
"Namun jika sewaktu-waktu dibutuhkan, dengan adanya kita mengadakan kesiapsiagaan seperti ini, kita tentunya tidak terdadak dan sudah siap," katanya, Rabu (10/3/2021).
Ia menambahkan, seluruh anggota Babinsa yang ada di lapangan untuk terlibat langsung dan siaga di Koramil masing-masing, dengan melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dan patroli gabungan bersama polri, pemerintah daerah dan Manggala agni.
Ia berharap, tahun 2021 dapat menurunkan kasus kebakaran hutan dan lahan, dimana tahun 2020 lalu ada 82 kali kebakaran dengan 190 hotspot, dan 23 desa yang sering terjadi kebakaran lahan.
"Kita lihat lahan gambut ada empat kecamatan, yakni pauh, air hitam, Mandiangin dan mandiangin Timur. Dan lahan perkebunan, ada di Kecamatan Bathin VIII, Kecamatan Batang Asai dan kedua kecamatan itu yang sangat rentan jika dilihat dari tahun 2020 kemarin," katanya.