Remaja Usia 15 Tahun Hilang, Keluarga Akui Dapat Teror Video Call Manusia Bertopeng

Saat ini pihak keluarga sangat resah dan khawatir, pasalnya, dua hari kemarin nomor pihak keluarga mendapat teror telpon melalui aplikasi video call w

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ist
Ilustrasi video 

TRIBUNJAMBI.COM - Remaja berusia 15 tahun bernama Yeni Anggraini dikabarkan hilang dan belum ada kabar sejak meninggalkan rumah, Senin (22/2/2021) lalu.

Dona kakak Yeni mengungkapkan, pihak keluarga masih terus berupaya melakukan upaya pencarian, ke teman-temannya, termasuk keluarga dekat, dan keluarga jauh, namun belum juga ada kabar.

"Tapi sampai sekarang belum ada kabar, kita masih menunggu informasi lebih lanjut," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (5/3/2021).

Saat ini pihak keluarga sangat resah dan khawatir, pasalnya, dua hari kemarin nomor pihak keluarga mendapat teror telpon melalui aplikasi video call whatsapp.

Baca juga: Promo Burger King Hari Ini 5 Maret 2021, Sedia Menu Lezat Dari Harga Rp 19ribuan!

Baca juga: Unbari Akan Susul Tatap Muka, Untuk Unja dan UIN Masih Tetap Online Semester Ini

Baca juga: Simpan Sabu Dua Paket, Apek Dihukum Empat Tahun dan Enam Bulan Penjara

Yeni Angraini warga Gang Banyuasin RT 07 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I hilang sejak Senin (22/2/2021).
Yeni Angraini warga Gang Banyuasin RT 07 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I hilang sejak Senin (22/2/2021). ()

Dona bercerita, saat itu tiba-tiba ada orang video call whatsapp ke nomor keluarga, karena penasaran Dona mengangkatnya, namun, setelah diangkat orang yang menelpon tidak menampakan wajah.

"Suasana gelap seperti mati lampu. Karena penasaran saya meminta orang yang menelpon untuk menunjukkan wajahnya, kemudian orang yang menelpon menggunakan cahaya senter menunjukkan mukanya tertutup menggunakan topeng," ungkapnya.

Kekhawatiran keluarga bertambah, setelah orang yang menelpon hanya diam saja. Karena geram dan kesal adik Dona sempat mengancam akan segera melapor polisi, bila orang tersebut tak mau bicara.

"Kalau kamu tidak mau bicara kami akan melapor polisi," ujar Dona menirukan ucapan adiknya.

Sehabis kejadian itu, nomor yang meneror tersebut tidak aktif lagi, kemudian selang sehari kemudian orang tersebut menelpon lagi, namun lagi-lagi saat diangkat tidak ada suara sama sekali.

Karena semakin khawatir sehabis mendapat teror itu, orang tua Dona langsung melapor ke polisi dan meminta polisi melacak lokasi orang yang menelpon tersebut.

"Kemarin ayah sudah melapor, katanya sudah dilacak. Orang itu menelpon kadang sehari sekali, siang tidak aktif, biasanya malam, tapi kemarin tidak aktif lagi," ungkapnya.

Akibat teror itu keluarga sekarang semakin panik, mereka khawatir, sesuatu akan terjadi dengan adiknya Yeni.

"Kami tidak tahu apakah itu adik kami atau penculik yang sengaja menakuti. Kami sekarang sudah menghubungi seluruh keluarga di Palembang, di Muara Dua, tapi seluruhnya mengatakan tidak tahu," ujarnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Luhut Situmorang mengaku sampai sejauh pihaknya belum mendapat informasi dan terus melakukan upaya pencarian.

"Sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut, anggota kami terus melakukan upaya pencarian tapi belum ada hasilnya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved