Berita Nasional

Ancaman Edy Rahmayadi Soal KLB Demokrat, Gubernur Sumut Tanya Izin Acara: Saya Bukan Provokator

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi buka suara, soal wilayahnya dijadikan lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Victory Arrival Hutauruk/Tribun Medan
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi 

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi buka suara, soal wilayahnya dijadikan lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Sosok orang nomor satu di Sumut itu bahkan juga memberi ancaman ini bila Kongres tersebut digelar tidak dengan protokol Covid-19.

Edy mengaku sudah instruksikan Satgas Covid-19 untuk turun langsung ke Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, tempat KLB berlangsung.

Baca juga: Kader Demokrat Diminta Siap-siap, SBY Akan Turun Gunung Atasi KLB Demokrat Hari Ini

Baca juga: Ketua DPD Ancam Bubarkan KLB Partai Demokrat, Gubernur Sumut Bereaksi : Kalau Tak Ada Izin, Usir Itu

Baca juga: Partai Demokrat Sumut Menggelar Apel Siaga di Kantor, Teriakan Tolak Muldoko

Satgas Covid-19 Sumut juga diminta Edy mencari tahu perihal izin kegiatan acara tersebut.

Bila akhirnya diketahui acara KLB tersebut tidak memeroleh izin, Edy bahkan memerintahkan kepada personel Satgas Covid-19 Sumut untuk segera membubarkan kegiatan itu.

"Nanti saya cek kepada satgas. Kalau tidak ada izin, usir itu," kata Edy, di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan pada Jumat (5/3/2021).

Menurut Edy, pembubaran itu bisa saja dilakukan karena selama pandemi covid-19, tak boleh ada kerumunan. Dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut)

Kembali kata Edy, hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Joko Widodo yang melarang adanya kegiatan yang mengumpul massa dalam jumlah banyak.

"Berdasarkan Inpres, berdasarkan perintah presiden tidak ada kegatan yang bisa membuat kerumuman. Bisa bersangkutan dengan hukum itu nantinya," ujar mantan Pangkostrad itu.

Edy menyebutkan soal ketegasannya itu bukan berarti mendukung salah satu kubu dari Partai Demokrat, tetapi hanya menjalankan aturan agar pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya Sumut bisa segera teratasi.

"Saya bukan provokator ya," kata Edy.

Baca juga: Waspada, Dua Daerah di Provinsi Jambi Ini Sudah Berstatus Siaga Karhutla

Baca juga: Prihatin Kasus Inses Terjadi Lagi, Kekerasan Seksual Anak Juga yang Jadi Korban

Baca juga: Warga Rengas Condong Panik, Ular Piton 3 Meter Muncul di Belakang Rumah Usai Memangsa Ayam

Diketahui, KLB Partai Demokrat direncanakan akan berlangsung di Hotel The Hill, Sibolangit, Deliserdang.

Sejumlah pengurus dan kader dari Partai Demokrat Sumut telah menolak kegiatan itu, lantaran dinilai ilegal.

Bahkan, Plt DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain telah mendatangi Polrestabes Medan pada Kamis (5/3/2021) malam agar kegiatan KLB untuk menggulingkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dibubarkan.

"Kami minta untuk dibubarkan demi hukum, karena tidak sesuai dengan kehormatan dan kedaulatan Partai Demokrat. Kami berikan (dokumen laporan) malam ini kepada Poltabes Medan. Apalagi ini covid, tidak boleh ada keramaian," kata Herri, Kamis malam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved