Siapa Pemasok Senjata Api KKB Papua? Politisi Golkar Minta Polisi yang Menyuplai Dipecat & Dipidana
Andi Rio Padjalangi meminta kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo untuk menindak tegas dua anggota polisi yang sudah menyuplai senjata ke KKB Papua.
TRIBUNJAMBI.COM- Dua oknum polisi diketahui telah menyuplai senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.
Aksi tersebut dikecam oleh Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Andi Rio Padjalangi.
Kedua polisi pengkhianat ini telah menyuplai senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.
Andi Rio Padjalangi meminta kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas dua anggota polisi yang sudah berkhianat tersebut.
Andi Rio Padjalangi yang menjabat anggota Komosi III DPR RI meminta Polri untuk melakukan pengawasan terhadap para personel yang ada di lapangan secara ketat.
“Polri harus berani menyelidiki secara lebih dalam, siapa pemasok senjata api tersebut,” katanya.
“Tangkap pemasok utamanya, tidak ada lagi oknum polri yang terlibat untuk menjual senjata dalam skala menengah ataupun besar kepada KKB.”
Baca juga: Siapa Sebenarnya KKB?Kelompok Sparatis yang Kerap Ganggu Keamanan di Papua
Baca juga: Inilah 2 Oknum Polisi yang Ketahuan Jual Amunisi ke KKB Papua, Sebelumnya Oknum TNI Terancam Dipecat
Politisi Partai Golkar ini berharap kejadian polisi pengkhianat terakhir.
“Polri harus transparan terhadap pengembangan penyelidikan yang dilakukan",” katanya,
Andi Rio Padjalangi juga mengharapkan agar konflik yang terjadi di Papua dapat segera menemui solusi.
“Sehingga terciptanya situasi aman dan damai di bumi cendrawasih yang kita cintai,” katanya.
“Pemerintah harus segera menyelesaikan konflik di papua agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan.”
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi mengungkapkan, kedua prajurit Korps Bhayangkara menjual senjata ke warga sipil yang berperan sebagai perantara.
Adam menerangkan, kedua polisi itu sengaja menjual senjata karena kekurangan uang.
"(Alasan menjual senjata) masalah ekonomi, dibayar saja," sebut Adam dikutip Tribun Timur, Selasa (23/2/2021).