Breaking News:

Berita Kota Jambi

Maret Diprediksi Musim Hujan, Pelebaran Drainase untuk Atasi Intensitas Hujan Tinggi di Kota Jambi

Namun saat ini, sembari menunggu persetujuan usulan kepada provinsi dan kementerian, pihaknya mendata daerah mana saja yang sangat..

tribunjambi/monang
Ilustrasi. Warga Jalan Kaca Piring II RT 33 Kecamatan Telanaipura mengeluhkan banjir yang terus datang saat hujan deras. Warga mengatakan memang daerah sini menjadi langganan banjir, dan drainase yang sempit. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabid SDA, PUPR Kota Jambi, Yunius mengatakan kondisi drainase yang ada di Kota Jambi saat ini masih sangat kecil. 

Dirinya mengatakan perlu adanya dilakukan pelebaran, pendalaman, dan memperkuat drainase yang ada saat ini.

"Kondisi drainase kita saat ini terbilang masih cukup kecil. Kemudian juga sebagian besar sudah terjadi pedangkalan akibat sedimentasi dan juga pembangunan drainasenya sudah tidak sesuai lagi dengan jumlah penduduk di Kota Jambi saat ini," jelasnya, Selasa (23/2/2021).

Yunius mengatakan saat ini mereka akan mengajukan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jambi dan Kementerian PUPR pusat dalam pencanangan pembongkaran dan pelebaran drainase Kota Jambi saat ini.

"Untuk melakukan pembongkaran dan pelebaran merupakan tugas yang sangat amat sulit dan mahal. Sebab sebagian besar drainase kita sudah sangat mepet dengan pemukiman warga. Sehingga perlu adanya pembebasan lahan untuk pelebarannya," terangnya.

Kabid SDA PUPR Kota Jambi ini berujar, bila tidak dilakukan mulai sekarang, maka ke depan biaya untuk pelebaran akan menjadi lebih mahal.

"Ya pastinya kalau tidak dilakukan dari sekarang, cost-nya (biaya) akan jadi lebih mahal. Tentu pembangunan terjadi di mana-mana dan itu akan membuat pembebasan lahan akan menjadi lebih banyak," tambahnya.

Ia pun menyebutkan pihaknya bersama Wali Kota Jambi, telah mengajukan usulan dana sebesar Rp 450 miliar kepada Pemprov Jambi dan Kementerian PUPR guna realisasi pelebaran drainase.

"APBD kami saat ini hanya sedikit. Kami hanya bisa hasilkan Rp 35 miliar pertahunnya. Tentu ini tidak cukup memenuhi angka Rp 450 miliar dalam waktu yang singkat. Sehingga kami butuhkan suntikan dana dari pusat dan provinsi," jelasnya.

Namun saat ini, sembari menunggu persetujuan usulan kepada provinsi dan kementerian, pihaknya mendata daerah mana saja yang sangat penting akan dilakukan pelebaran dan pembebasan lahan.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Jika Intensitas Hujan 100mm Drainase di Kota Jambi Masih Mampu Atasi Aliran Air

Baca juga: Belut alias Sawabi Iksan Mendekam 14 Tahun Penjara, Tdak Ajukan Keberatan Selama Lima Kali Sidang

Baca juga: Inilah Asal 7 Oknum Polisi Positif Narkoba, Tiba-tiba Propam Jambi Gelar Sidak

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Jika Intensitas Hujan 100mm Drainase di Kota Jambi Masih Mampu Atasi Aliran Air

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved