Edhy Prabowo Ungkit Pernah Sumbang 14 Medali Emas di Asian Games: Kenapa Itu Tidak Dihormati?
Edhy Prabowo meminta masyarakat tak lagi menyudutkan dan merundung dirinya. karena ia menyebut bahwa dirinya juga pernah berkontribusi kepada warga.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan bahwa dirinya siap jika harus dihukum mati.
Namun Edhy Prabowo meminta masyarakat tak lagi menyudutkan dan merundung dirinya.
Walaupun saat ini menyandang status tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster (BBL), Edhy mengklaim tidak menyusahkan negara dan juga tak mencuri uang negara.
"Saya seolah-olah orang yang di-bully, orang yang paling menyusahkan negara."
Baca juga: Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati: Kalau Saya Dianggap Salah, Demi Masyarakat Lebih dari Itu Saya Siap
Ia mengatakan kasus yang menjeratnya tidak seharusnya menghapus prestasi yang diukirnya.
Edhy pun menyinggung mengenai jasanya dalam memajukan cabang olahraga pencak silat.
Sebagai Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Edhy berperan membawa 14 medali emas dari cabang pencak silat dalam perhelatan Asian Games 2018 lalu.
"Saya jadi menteri bukan karena tiba-tiba."
"Saya juga bawa atlet kita (meraih) emas."
"14 emas untuk Asian Games kemarin. Kenapa itu tidak dihormati?" tutur Edhy.
Baca juga: Edhy Prabowo Emosi Dibully Gegara Suap Izin Benur: Saya Tidak Mencuri Uang Negara
Ia mengakui kesalahannya atas kasus dugaan suap izin ekspor benur.
Namun, Edhy menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab dan tidak akan lari dari proses hukum tersebut.
"Tapi kenapa tidak berbicara dari kebenaran yang saya buat juga?" cetus Edhy.
Edhy Prabowo menegaskan, setiap kebijakan yang dikeluarkannya semasa menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, didasarkan atas kepentingan masyarakat.