Breaking News:

Berita Kota Jambi

10.819 Kendaraan Ikut Program Pemutihan Pajak di Samsat Kota Jambi, Kena Pajak Progresif

Jambi telah menerapkan pajak progresif. Namun dia menyebut data wajib pajak yang dikenakan pajak progresif belum bisa tergambar.

Zulkifli
Suasana pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Kota Jambi, Selasa (23/2/2021 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dibuka sejak 6 Januari 2021 lalu, sebanyak 10.819 kendaraan memanfaatkan pemutihan pajak kendaraan bermotor di Samsat Kota Jambi.

Masyarakat yang menunggak pajak kendaraannya masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan program pemutihan ini supaya tidak terkena sanksi administrasi hingga 30 Juni mendatang.

Kepala Samsat Kota Jambi Ariansyah melalui Kasi Pelayanan Winda mengatakan, animo masyarakat mengikuti pemutihan di awal-awal program pemutihan ini masih terbilang rendah. 

"Mungkin untuk awal-awal ini belum optimal. Mungkin kondisi masyarakat sekarang ini masih sulit. Tapi masih banyak yang ikut, cuma gak seantusias tahun sebelumnya," kata Winda. 

Menurut Winda kemungkinan besar masyarakat akan banyak mengkuti pemutihan pada pertengahan atau jelang pentupan pemutihan.

"Kebiasaan masyarakat itu diujung-ujung baru mereka bayar pajak," pungkasnya.

Selain itu, kata Winda saat ini Samsat Kota Jambi juga telah memberlakukan pajak progresif.

Pajak berlaku jika jumlah kendaraannya lebih dari satu dengan nama pribadi atau nama anggota keluarga yang tinggal di satu alamat.

Menurut Winda, jumlah wajib pajak yang dikenakan pajak pajak Progresif di Kota Jambi cukup tinggi. 

"Namun, datanya mungkin bisa ditanya Bakauda," sebut Winda. 

Sementara itu, kepala Badan Kuangan Daerah Provinsi Jambi Agus Pirngadi saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, membenarkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menerapkan pajak progresif

"Untuk data postingan pembayaran pajak progresif belum dapat disajikan oleh aplikasi. Namun prakteknya atas nama yang sama untuk kendaraan yang bayar pajak kendaraan ke 2 dan seterusnya tetap dikenakan ketentuan prigresif. Harus ditracking per Nopol,," kata Agus.

Baca juga: Dokter Tirta Soroti Penyakit Autoimun Ashanty yang Juga Positif Covid-19, Sebut Bisa Memperparah

Baca juga: PP Nomor 35 Tahun 2021; PKWT Maksimal Lima Tahun, Uang Pesangon PHK Bisa Cuma Dibayar Setengah

Baca juga: VIDEO Viral Video Oknum Dosen Adu Jotos di Depan Mahasiswa, Diduga Karena Masalah Zoom

Penulis: Zulkipli
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved