Berita Merangin

Cerita Mahasiswi UIN STS yang Tersesat di Gunung Masurai, Sempat Hilang Arah hingga Bertemu Warga

Satu diantara mereka, Siti Rahayu menyebutkan bahwa mereka bukanlah hilang melainkan hanya hilang arah.

TRIBUNJAMBI/ISTIMEWA
Tiga mahasiswi UIN Jambi yang sempat hilang di Gunung Masurai. Kiri ke kanan: Romela, Nuriani Purba, dan Siti Rahayu 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Berpisah dengan rombongan hingga los kontak, tiga mahasiswi UIN Jambi lega setelah bertemu warga.

Setelah turun dari pendakian, Siti Rahayu, Nuriani Purba, Romlah sampai dengan selamat salah berpisah dengan teman temannya.

Satu diantara mereka, Siti Rahayu menyebutkan bahwa mereka bukanlah hilang melainkan hanya hilang arah.

Baca juga: Belum Mengarah ke Pilkada Muarojambi 2022, Masnah: Jika Dapat Dua Periode Alhamdulillah

Baca juga: Polda Jambi Akhirnya Surati PPATK untuk Telusuri Uang Korban Share Result

Baca juga: Luas Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu Tanjabtim Mencapai 2 Hektare, Ternyata Punya Empat Warga

Mereka mendaki berjumlah delapan orang, tiga diantaranya mahasiswi UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, tiga mahasiswa Unja, dan dua orang warga Kabupaten Merangin.

"Sebenarnya kami itu tidak hilang, jadi miss komunikasi," katanya kepada Tribunjambi.com dan awak media lainnya.

Dia menceritakan, dari puncak satu Gunung Masurai mereka masih berjumlah delapan orang dalam satu tim.

Namun saat hendak mau turun, ketiga orang memutuskan untuk terlebih dahulu sekitar lima menit.

"Bang kami jalan duluan mau ngejar salat di Selter satu," katanya menirukan percakapannya dengan leader pendakian tersebut.

Saat mencapai hutan lumut mereka kebingungan lantaran banyak tanda jejak. Kemudian mereka memutuskan untuk mengambil salah satu jalur.

"Ternyata kok beda, balik ke awal lagi. Masuk lagi, udah jauh merasa bukan jalan saat mendaki," katanya.

Ketiga turun dari Puncak satu tersebut sekitar pukul 13.00 WIB.

Atas kehilangan arah itu, mereka terpaksa berputar putar mencari awal pendakian selama tiga jam.

Setelah tidak tidak mengetahui arah, dan lelah, mereka memutuskan untuk berhenti dan melaksanakan shalat untuk menenangkan diri. Setelah itu merek berpikir bahwa tidak akan mungkin kembali ke puncak satu.

"Kami putuskan mau balik ke puncak satu tidak akan mungkin. Kami sudah kehilangan jejak, arah ke puncak satu itu tidak tahu lagi kemana," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved