Breaking News:

Polda Jambi Akhirnya Surati PPATK untuk Telusuri Uang Korban Share Result

Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, melalui Kasbudit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Ilyan Chandra mengatakan, bent

tribunjambi/aryo tondang
korban Share Result di Jambi melapor ke Polda Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Jambi, terus melakukan penyelidikan terhadap laporan korban investasi bodong Share Result di Jambi.

Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, melalui Kasbudit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Ilyan Chandra mengatakan, bentuk tindak lanjut atas laporan tersebut, saat ini telah menyurati PPATK untuk melacak proses transaksi uang hasil investasi bodong tersebut.

"Untuk tindak lanjut laporan, kita sudah surati PPATK, untuk melacak ke rekening mana saja uang itu di transfer," kata Ilyan, dalam program Mojok Tribun Jambi, Kamis (18/2/2021) pagi.

Baca juga: Luas Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu Tanjabtim Mencapai 2 Hektare, Ternyata Punya Empat Warga

Baca juga: Lowongan Kerja CitraRaya City Jambi Menerima Tamatan SMA, Walk in Interview 24 Februari 2021

Baca juga: Kelakuan Sang Suami yang bikin Nathalie Holscher Tak Berhenti Tertawa, Sule: Aku kan Nggak Normal

Namun demikian, pihaknya masih menunggu tanggapan dari pihak PPATK, untuk bisa melakukan tindak lanjut.

Dia juga menjelaskan, terkait dengan uang kerugian yang dialami korban, kecil kemungkinan untuk kembali ditemukan.

Menurutnya, para pelaku ini sudah merupakan sebagai sindikat dan mempunyai sistem kerja yang tersrruktur.

Mulai sari yang menciptakan aplikasi ini, kemudian orang yang mengajak atau mencari anggota, kemudian orang yang mengatur hingga akhirnya disetop secara permanen.

"Kita khawatir, uangnya ini sudah di transfer kemana-mana, karena mereka ini sudah sindikat," bilang Ilyan.

Tidak hanya itu, terkait kasus ini, ia juga mengaku telah berkordinasi dengan pihak Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi dan Kominfo, untuk mengungkap kasus tersebut.

Ia juga mengaku telah berkordinasi dengan pihak bank, untuk memblokir nomor rekening yang dipakai dalam transaksi investasi bodong tersebut.

Terkait dengan banyaknya korban akibat dari investasi bodong SR tersebut, Ilyan juga mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menjalankan investasi.

Katanya, masyarakat agar tidak tergiur dengan keuntungan yang besar dari sebuah perusahaan investasi, tetapi tidak logis, dan tidak legal.

"Sebelum invest, cari legalitasnya dulu k OJK, dan jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar," tutupnya.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved