Petinggi Demokrat Geger, Borok SBY Diumbar ke Publik, Max Sopacua Kecewa Sampai Bilang Begini

Polemik penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat terus bergulir. Janji SBY pun mulai diungkit.

Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews.com
Max Sopacua pendiri Partai Demokrat kecewa dengan sikap SBY. 

Petinggi Demokrat Geger, Borok SBY Diumbar ke Publik, Max Sopacua Kecewa Sampai Bilang Begini

TRIBUNJAMBI.COM - Partai Demokrat tengah diguncang isu kudeta dan menjadi sorotan publik.

Polemik penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat terus bergulir.

Para pendiri Partai Demokrat pun mulai angkat bicara.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituding mengingkari janjinya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali.

Hal itu dikatakan oleh salah satu pendiri sekaligus deklarator Partai Demokrat, Max Sopacua.

Kritikan Pedas Darmizal ke AHY, Putra SBY Disebut Lupa Sejarah Demokrat, Sibuk Pencitraan!

Borok SBY Dibongkar Saat Kongres, Max Sopacua Kecewa Dibuang dari Demokrat, Begini SBY Aslinya

Indonesia Melongo Diperas China Jadi Pabrik Listrik, Menteri Luhut Mendadak Cemas Karena Ini

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini mengungkapkan rasa kecewanya lantaran terbuang dari partai berlambang mercy itu.

Ia mengaku kecewa dan sakit hati karena Demokrat saat ini seperti partai dinasti milik kelompok Cikeas.

Max mengungkit Kongres Partai Demokrat yang memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

Ia menyebut, peluang bagi kader selain AHY untuk maju sebagai calon ketua umum, ditutup.

“Sehingga hanya AHY saja yang diorbitkan untuk menjadi ketua,” kata Max saat podcast dengan Hazairin Sitepu di Graha Pena Bogor, Selasa 9 Februari 2021.

Max Sopacua pendiri Partai Demokrat kecewa dengan sikap SBY.
Max Sopacua pendiri Partai Demokrat kecewa dengan sikap SBY. (Tribunnews.com)

Mantan anggota DPR RI dua periode ini blak-blakan menyebut mengingkari janjinya saat KLB.

“Padahal 2013 kalau tidak salah, ketika Pak SBY menjadi ketua dalam kongres luar biasa di Bali,

beliau menjanjikan, beliau hanya 2 tahun memimpin.

Setelah itu orang lain harus memimpin. Jangan sampai ada indikasi ini partai SBY, milik Cikeas dan lain-lain,” kata Max.

“Itu janji beliau (SBY). Ternyata sekarang kita semua dihantui dengan partai ini sudah menjadi milik Cikeas,

milik kelompok Cikeas, SBY dan lain sebagainya,” lanjut Max.

Banyak politisi senior Demokrat yang kecewa karena partai yang telah didirikan dan kini eksis, seperti partai keluarga.

“Itu membuat orang merasa bahwa percuma kita berjuang dulu, kalau sekarang kita terlempar.

Hanya karena indikasi partai ini menjadi partai dinasti,” katanya.

SBY Sibuk Jualan Nasi Goreng, Posisi AHY Terancam Digulingkan Orang Istana, Ternyata Ini Targetnya!

Jenderal Moeldoko Disebut Pernah Minta Ini ke SBY, Andi: Lupa Kan Bisa Bener!

Max pun menceritakan perjuangannya mendirikan Partai Demokrat hingga lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya ini pendiri, deklarator, pejuang partai, dari hanya tiga orang untuk membesarkan partai ini sampai lolos KPU,

tapi ketika AHY menjabat sebagai ketua, memilih pengurus, saya seperti diturunkan sebagai penumpang angkot di tepi jalan,” katanya Max Sopacua.

Max Sopacua bergabung di Partai Demokrat pada tahun 2001.

Max pernah menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dari 2002 hingga 2005.

Dari 2005 hingga 2010, Max menjadi Ketua Bidang Pendidikan, Penduduk, Kominfo DPP Partai Demokrat.

Max juga pernah menjadi anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Max bersama sejumlah senior Partai Demokrat sebelumnya membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD).

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pernyataannya soal hasil rekapitulasi Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019).
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pernyataannya soal hasil rekapitulasi Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019). (Capture YouTube Demokrat TV)

Gerakan ini saat itu mendorong Demokrat menggelar kongres luar biasa (KLB) merespons menurunnya perolehan partai yang terus terjadi sejak 2009.

Pada Pemilu 2009, Demokrat menjadi partai pemenang pemilu dengan perolehan 20,85 persen.

Namun perolehan ini terus menurun. Pada Pemilu 2014 suara Demokrat menurun menjadi 10,19 persen, dan Pemilu 2019 menjadi 7,7 persen.

Biodata Max Sopacua

1. Kelahiran Ambon

Max Sopacua, lahir di Ambon tanggal 2 Maret 1946.

Suami Tutie Irawaty ini menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di Ambon.

Dia lalu melanjutkan pendidikan tinggi di STIE Gotong Royong untuk pendidikan sarjana.

Bapak tiga anak ini lalu melanjutkan pendidikan magister di kampus yang sama.

2. Penyiar TVRI

Nama Max Sopacua dikenal luas saat menjadi penyiar berita olahraga TVRI.

Selain menjadi penyiar berita olahraga, Max juga pernah menjadi produser TVRI.

Seperti dicatat dalam buku Wajah DPR dan DPD, 2009-2014 (2010), Max menjadi produser di TVRI sejak 1985 hingga 2002.

Dia pernah memproduseri beberapa program olahraga internasional seperti Olimpiade Atlanta (1996), Piala Dunia Perancis (1998), Sea Games Bangkok (1999), dan Olimpiade Sidney (2000).

3. Pengurus KONI

Selain menjadi penyiar televisi, Max juga aktif di sejumlah organisasio seperti Organisasi Kemasyarakatan Daerah IPMAL 2000 dan Sekjen Forum Rekonsiliasi dan Rehabilitasi Maluku.

Dia juga aktif sebagai Humas di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Di organisasi ini mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga salah satu kerabat Tien Soeharto, Jenderal Wismoyo Arismunandar, pernah jadi ketuanya.

Max juga aktif di LSM Gemakarsa (Media Komunikasi) serta menjadi anggota ABU (Asia Pacific Broadcasting Union)

4. Ikut Dirikan Partai Demokrat

Saat Soehartoi lengser, Max mulai tidak aktif membaca berita di TVRI.

Max kemudian terjun ke politik dengan terlibat dalam pendirian Partai Demokrat pada 9 September 2001yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam Pilpres 2004, Demokrat berjaya. Begitu juga SBY yang terpilih langsung sebagai

Presiden RI. SBY adalah Presiden yang pertama kali terpilih secara langsung pada Pilpres 2004 itu.

Max juga ikut berjaya. Dia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dengan daerah pemilihan Jabar V Bogor.

Tak hanya di tahun 2004, pada 2009 Max terpilih lagi sebagai anggota DPRI.

Di Partai Demokrat, Max juga sempat jadi orang penting.

Dia pernah menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dari 2002 hingga 2005.

Dari 2005 hingga 2010, pernah pula dia menjadi Ketua Bidang Pendidikan, Penduduk, Kominfo DPP Partai Demokrat.

Max Sopacua juga pernah menjadi anggota Majelis Tinggi Partai.

(tribunnews/berbagai sumber)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Sosok Pendiri Partai Demokrat Tuding SBY Ingkar Janji: Saya Diturunkan Seperti Penumpang Angkot.

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved