Berita Nasional

AHY Sarat Pencitraan Berlebihan, Eks Wasekjen Partai Demokrat: Pengurus Baru Lupa Sejarah Partai

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dinilai sarat dengan pencitraan.

Editor: Rahimin
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY Sarat Pencitraan Berlebihan, Eks Wasekjen Partai Demokrat: Pengurus Baru Lupa Sejarah Partai 

AHY Sarat Pencitraan Berlebihan, Eks Wasekjen Partai Demokrat: Pengurus Baru Lupa Sejarah Partai

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dinilai sarat dengan pencitraan.

Hal itu dikatakan Eks Wasekjen Partai Demokrat Muhammad Darmizal. Ia menilai kepemimpinan AHY sarat dengan pencitraan dan cenderung playing victim.

Ia menilai wajar jika sebagian kader Demokrat gerah dan menggulirkan isu Kongres Luar biasa ( KLB) untuk menggeser AHY dari kursi ketua umum.

Kenapa KKB Papua Tak Selesai Ditumpas? Jelas Lakukan Kriminal, Ancam dan Tindas Warga & Aparat Desa

Kejari Kota Bogor Resmi Hentikan Penuntutan Kasus Dugaan Tindak Pidana ITE Ustaz Maaher

Petaka Cinta Segitiga Janda & 2 Kakek,Dibuat Tak Berdaya Sampai Terluka hingga Kepergok Tanpa Busana

"Playing victim dan pencitraan berlebihan adalah gaya pengurus baru yang lupa akan sejarah partai," kata Darmizal sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (9/2/2021).

Ia juga menyoroti banyaknya kader yang instan dan langsung bergabung ke Demokrat tanpa merasakan susahnya membangun partai.

Ia khawatir jika kepengurusan saat ini bertahan maka perolehan suara Demokrat di Pemilu 2024 akan semakin menurun dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diungkapkan dalam konferensi pers di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Senin (1/2/2021) membuat geger publik. Pasalnya, AHY mengungkapkan bahwa adanya gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.
Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diungkapkan dalam konferensi pers di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Senin (1/2/2021) membuat geger publik. Pasalnya, AHY mengungkapkan bahwa adanya gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. (Youtube Agus Yudhoyono)

Darmizal menyatakan di Pemilu 2004, perolehan suara partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Subur Budhisantoso sebesar 7,3 persen.

Pada Pemilu 2009 suara Demokrat kala dipimpin Hadi Utomo perolehan suara Demokrat sebesar 20,7 persen.

Namun saat Pemilu 2014, suara Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun menjadi 11 persen.

Kemudian di Pemilu 2019 di saat kepemimpinan masih dipegang SBY, perolehan suara Demokrat tersisa hanya sekitar 7 persen saja.

Cara Mendaftar KIP Kuliah 2021, Akses di https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Ikatan Cinta 10 Februari 2021 - Elsa Dibalik Kematian Roy & Pengeroyokan Rafael? Nasib Andin dan Al?

Sosok Pak Lurah Dibongkar Andi Mallarangeng, Disebut Restui Kudeta Partai Demokrat, Benarkah Jokowi?

Ia mengatakan, fenomena itu membuat para senior yang sudah sejak awal membesarkan partai di pusat dan di daerah khawatir akan masa depan Demokrat di Pemilu 2024.

"Jika caranya seperti ini maka tahun 2024 bisa menjadi pemilu terakhir yang diikuti partai Demokrat," kata dia.

Karena itu Darmizal merespons baik isu KLB yang hendak digulirkan untuk mengganti kepemimpinan AHY.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved